Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

31 December 2008

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENJADI WARTAWAN



Memasuki Orde Reformasi kehidupan pers di Indonesia mengalami banyak perubahan dari pers yang terkooptasi oleh rezim yang berkuasa (Orde Baru) yang harus tunduk terhadap kemauan penguasa sehingga terbelenggu dalam ketakutan, pembredelan, dan ancaman-ancaman serta sangsi-sangsi lain yang membahayakan dan mengebiri komunitas pers Indonesia untuk mengeluarkan ide-ide dan suara mereka kemudian Memasuki Orde Reformasi pers menjadi lepas dari belenggu yang selama ini mengekang mereka, wartawan bebas untuk menyatakan pendapat, berserikat, dan berkumpul mengeluarkan ide-ide dan kritik mereka. Para stakeholder baik itu dari kalangan pemerintah, Dewan Pers, dan masyarakat umum haruslah menjadikan momentum reformasi untuk menjadikan pers Indonesia menjadi lebih baik dan berkualitas yang mampu menjadi garda depan (avant garde) dalam mengusung kepentingan nasional. Dan sebagai salah satu unsur yang paling vital dalam komunitas pers adalah keberadaan profesi wartawan. Wartawan adalah orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun (menulis) berita untuk dimuat dalam media massa (Winarto 2003) untuk menjadi seorang wartawan yang baik haruslah mampu bekerja keras (work hard) dan bekerja cerdas (work smart), ia tetap kritis tanpa merusak hubungan dengan sumber-sumber berita ia lihai sekaligus tulus dan mencintai persahabatan, hanya jam terbang yang tinggilah yang dapat membentuk seseorang menjadi wartawan yang tangguh (Winarto 2003). Objektivitas dan independensi wartawan dalam menuliskan suatu berita sangat tergantung pada dua hal yaitu sisi subyektif (ego) dari wartawan itu sendiri dan organisasi/wadah dimana wartawan itu bekerja dus, karena tuntutan profesi dan pekerjaan dari wartawan yang membutuhkan idealisme dan netralitas yang tinggi dan untuk menjamin tegaknya kebebasan pers dan terpenuhinya hak-hak masyarakat diperlukan suatu landasan moral/etika profesi yang bisa menjadi pedoman dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan, dan atas dasar itu dibuatlah Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang isinya :
Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
Wartawan Indonesia menempuh tata cara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas kepada sumber informasi.
Wrtawan Indonesia menghormati azas praduga tak bersalah, tidak mencampurkan fakta dengan opini, berimbang, dan selalu meneliti kebenaran informasi serta tidak melakukan plagiat.
Wartawan Indonesia tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis, dan cabul, serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila.
Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalahgunakan profesi.
Wartawan Indonesia memiliki Hak Tolak, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan.
Wartawan Indonesia segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan serta melayani Hak Jawab.
Kemudian pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Bab III Pasal 7 ayat 1 menyatakan:
wartawan bebas memilih organisasi wartawan”;
Ayat 2: “wartawan memiliki dan menaati kode etik jurnalistik”.
Selanjutnya pada scoop yang lebih luas pada Undang-Undang RI No. 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Bab III tentang Asas, Fungsi, Hak, Kewajiban, dan Peranan Pers pasal 2 menyatakan: “kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum”.
Pasal 5 ayat 1 : “Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah”.
Ayat 2: “Pers wajib melayani Hak Jawab
Ayat 3 :”Pers wajib melayani Hak Tolak” kemudian pada pasal 6: “Pers nasional melaksanakan perannya sebagai berikut :
Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan HAM, serta menghormati kebhinnekaan;
Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar;
Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
Memperjuangkan keadilan dan kebenaran;
Berdasarkan UU Pers (UU RI No. 40 Tahun 1999) dan Kode Etik Wartawan Indonesia tentunya telah jelas rambu-rambu yang mengatur tentang keberadaan pers Indonesia. Pada akhirnya adalah hasil dari proses aplikasi di lapangan dan output akhir yang dihasikannya dan bagaimana pers terutama wartawan menjadi salah satu komponen yang memperkokoh kekuatan dan menjaga kedaulatan bangsa dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.



Referensi:
Winarto,Paulus,2003,How to Handle The Journalist, Jakarta,Elex Media Komputindo.

14 November 2008

PERINGATAN HARI PAHLAWAN DARI PERSPEKTIF INDONESIA KONTEMPORER

Peringatan Hari Pahlawan sebagai suatu penghargaan bagi para pejuang bangsa yang telah mendermakan harta dan jiwa raganya untuk berdiri dan tegaknya Negara Republik Indonesia ini haruslah dimaknai sebagai suatu perjuangan secara terus-menerus yang berkelanjutan dan diestafetkan dari generasi lama ke generasi baru, perjuangan untuk menegakkan falsafah negara yaitu nilai-nilai Pancasila seutuhnya dan Undang-Undang Dasar 1945 itulah tujuan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia ini. Dalam hal berjuang tentunya ada alat untuk berjuang, alat perjuangan bangsa Indonesia itu adalah persatuan dan kesatuan bangsa yang isinya adalah kesatuan ideologi, kesatuan dalam cara berpikir dan bertindak untuk memperjuangkan misi dari tegaknya suatu peradaban. Dalam perjuangan dalam penegakan cita-cita bangsa tentunya ada hambatan dan gangguan yang senantiasa menghadang baik itu yang menyerang dari kiri, kanan, depan dan belakang, namun semua itu harus dihadapi dengan teguh dan tetap berpegang pada ideologi bangsa, dan sesungguhnya dilihat dari perspektif Indonesia kekinian bahwasanya yang menjadi penghalang dari terwujudnya masyarakat yang Pancasilais adalah bahaya dari ideologi liberal-kapitalis yang sekarang sedang dahsyat-dahsyatnya diindoktrinasikan kepada seluruh dunia dan menjadi gospel abad modern. Bolehlah saya katakan bahwasanya ideologi liberal-kapitalisme termasuk dalam model imperialisme, mengapa? karena dilihat dari implikasinya menyebabkan mayoritas rakyat menjadi hidup sengsara, kemiskinan massal merupakan produk utama yang diciptakan dari ideologi liberal-kapitalis ini, dan dari kemiskinan ini pulalah timbul efek turunannya yang mana kemiskinan akan menyebabkan orang misikin tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, keterbatasan akses pangan, sandang, papan, kemudian berlanjut kepada terhambatnya akses akan pendidikan dan kesehatan dus semua ini bermuara pada produk kebodohan, kelaparan, gizi buruk, dan kriminalitas yang menyebabkan kerawanan sosial di masyarakat. Dan jika orang hidup dalam kemiskinan maka tidak ada lagi yang namaya harkat dan martabat manusia, hilanglah derajat kemanusiaannya. Hal seperti inilah seperti yang dikatakan oleh Bung Karno sebagai exploitation de l'homme par l'homme yaitu penghisapan, penindasan manusia oleh manusia dan exploitation de nation par nation yaitu penghisapan, penindasan bangsa oleh bangsa lain. Jika fakta peradaban abad-20 dan abad-21 berbicara demikian maka Bung Karno mengatakan :
".......maka seluruh umat manusia yang tertindas dan terhisap itu, bangkit mengadakan revolusi. Mengadakan revolusi untuk merubah susunan yang tidak adil ini. Mengadakan revolusi untuk mengadakan dunia baru tanpa exploitation de l'homme par homme. Mengadakan revolusi untuk menghabisi keadaan exploitation de nation par nation .............."

Selanjtunya Bung Karno mengatakan:
"......ini yang dinamakan revolution of mankind, the universal revolution of man, untuk mengadakan dunia baru yang lebih adil, satu dunia baru dimana tidak ada exploitation de 'l homme par homme dan exploitation de nation par nation."

Bung Karno mengatakan bahwa revolusi itu harus radikal harus sampai ke akar-akarnya. Untuk itu dalam konteks Indonesia dengan apa kita berevolusi adalah dengan cara kembali kepada ideologi negara yaitu Pancasila. Dan perjuangan ideologis ini harus didukung oleh persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia, jiwa revolusioner-Pancasilais ini harus terus dijaga dan diperjuangkan agar terus membara di dada seluruh bangsa Indonesia dan jika ideologi liberalis-kapitalis yang nyata-nyata jahat diberi ruang untuk hidup mengapa Pancasila yang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan dan paralel dengan nilai-nilai Ketuhanan tidak diperjuangkan? Mari bangkit bangsaku! Tuhan akan memberi jalan bagi yang berjuang untuk tegaknya cita-cita kemanusiaan dan nilai-nilai Ketuhanan. Selamat berjuang !!