Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

04 December 2010

BISNIS RUMAHAN : (ONLINE MONEY) DARI LINKFROMBLOG

Salah satu dari sekian banyak bisnis paid review di dunia bisnis online adalah linkfromblog. Broker paid review ini juga menerima blog-blog yang gratisan seperti blogspot.com, livejournal.com, twitter.com dan sebagainya. Langsung saja kunjungi website : linkfromblog.com dan mendaftarlah sebagai blogger (ada 2 pilihannya; advertiser atau blogger) isikan data-data yang diminta, ingat ! kolom yang bertanda asteriks alias bintang (*) wajib diisi dan tidak boleh dikosongkan. Setelah isian anda lengkap (proses pendaftaran berhasil), maka anda akan dikirimkan email notifikasi yang berisi link untuk aktivasi (cek email anda), klik link tersebut dan anda akan dibawa ke website linkfromblog, masuk dengan menggunakan username dan password sewaktu anda mendaftar. Kemudian klik “add blog” untuk menambahkan/mendaftarkan blog anda, klik link “activate”, Paid reviewssetelah itu buat artikel tentang linkfromblog di blog anda jangan lupa ambil kode “select visible counter” di link “activate” yang kita buka tadi. Setelah artikel selesai postingkan beserta kode yang kita ambil tadi (seperti postingan ini). Alamat url postingan tadi silahkan masukkan ke link “activate” yang kita buka tadi. kemudian copy paste kan ke kotak di bawah "what is permalink url?", kemudian klik tombol "activate". Fungsi dari invisible/visible counter tadi adalah untuk mengukur traffic pengunjung ke blog kita dan membaca artikel yang kita buat tadi. inilah dasar bagi broker untuk menerima atau menolak blog/website kita. Postingan kita akan di review oleh pihak linkfromblog selama 2 hari. Sistem pembayaran yang digunakan adalah menggunakan paypal, dan pembayaran akan dilakukan bila account kita diatas $50. yupppsss..selamat mencoba, dan berhasil :)

24 October 2010

15 MANFAAT STANDARD OPERATING PROCEDURES

Manfaat Standard Operating Procedures dalam lingkup penyelenggaraan administrasi pemerintahan meliputi antara lain :

1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.
2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas.
3. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab individual pegawai dan organisasi secara keseluruhan.
4. Membantu pegawai menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
5. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas.
6. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
7. Memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi.
8. Menjamin konsistensi pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi mutu, waktu dan prosedur.
9. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya.
10. Memeberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pegawai.
11. Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.
12. Sebagai instrumen yang dapat melindungi pegawai dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan.
13. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas.
14. Membantu penelusuran terhadap keslahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan.
15. Membantu memberikan informasi yang diperlukan dalam penyusunan standar pelayanan, sehingga sekaligus dapat memberikan informasi bagi kinerja pelayanan.

06 September 2010

DIPLOMASI “TAKUT” INDONESIA TERHADAP MALAYSIA (SEBUAH POTRET KEGAGALAN PEMBANGUNAN BANGSA)

Seperti yang kita saksikan bersama melalui layar televisi nasional yang ditonton oleh kurang lebih 240 juta rakyat Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyampaikan tanggapannya terhadap semakin meruncingnya hubungan RI-Malaysia beberapa waktu belakangan ini, apa yang disampaikannya ternyata tidak sesuai dengan pengharapan dari sebagian masyarakat Indonesia. Rakyat menginginkan agar presiden lebih tegas, lebih strenght terhadap Malaysia. Dari pidato presiden terlihat bahwasanya presiden SBY sebagai benteng diplomasi terakhir masih “takut-takut” terhadap Malaysia, seperti kalimat, “...TKI Indonesia yang bekerja di Malaysia kurang lebih berjumlah 2 juta orang, mereka adalah penghasil devisa untuk negara..” investasi Malaysia di Indonesia...dan hubungan ekonomi RI-Malaysia berjalan baik...”, ini menunjukkan bahwa RI tidak punya bargaining position terhadap Malaysia. Mari kita berpikir sedikit cerdas, kalau pemerintah tidak mau “terbebani” oleh TKI yang 2 juta orang tersebut, maka segera pulangkan mereka ke tanah air. Bukankah dana 1,8 T (untuk pembangunan gedung DPR baru) yang sedang ditentang keras oleh masyarakat bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja baru bagi 2 juta TKI tersebut? Jikalau dana itu masih kurang, bukankah kita bisa mengambilnya dari anggaran pos-pos lain yang tidak begitu urgen? Kemudian jika karena Malaysia menjadi investor di Indoensia lalu pemerintah “takut” kalau Malaysia akan menarik investasinya dan terjadi PHK yang berarti terjadi pengangguran, bukankah ini karena kesalahan pemerintah sendiri dalam penerapan kebijakan ekonomi? Yang membuka keran liberalisasi ekonomi, sehingga ekonomi kapitalisme masuk dan memegang kendali perekonomian nasional. Asing (yang karena pemilik modal) diagung-agungkan, “dipuja-puja”, yang “disembah-sembah”, sang “kapitalis” menjadi “tuan” bangsa ini sedangkan bangsa sendiri hanya menjadi penonton, menjadi kuli-kuli, menjadi jongos-jongos, dengan sistem ini rakyat hanya menjadi “sapi perahan” sedangkan yang menikmatinya hanya segelintir orang/kelompok. Inilah yang sedang terjadi di Indonesia sekarang, maka segeralah berubah! Ekonomi berdikari! Kata Soekarno, karena itu kembalilah kepada ekonomi konstitusi ! Kembali kepada hubungan RI-Malaysia maka pemerintah tak perlu takut untuk kehilangan investasi dari Malaysia, masih banyak cara lain untuk membangun ekonomi Indonesia dengan lebih bermartabat! Jika pemerintah hanya “menyandarkan” dan “menghambakan” diri pada model ekonomi konvensional, garis neoliberal, maka kebijakan yang dipilih tidak akan ada yang berubah (miskin terobosan), maka bukalah mata, buka pikiran masih ada sistem ekonomi Syari’ah, ekonomi Pancasila atau ekonomi Konstitusi atau ekonomi Kerakyatan, cobalah pemerintah mendengarkan suara mereka yang bukan dari arus ekonomi mainstream (liberal), dengarkan suara-suara mereka! Jikalau kita ingin secara fair menilai suatu ilmu maka berilah keduanya kesempatan untuk “manggung”, karena seperti yang sudah dibuktikan oleh sejarah bahwa sistem ekonomi kapitalisme tidak dapat mewujudkan kemakmuran di masyarakat, yang dihasilkan oleh sistem ini adalah penghisapan dari suatu kelompok kepada kelompok lain, penghisapan dari kapitalis terhadap proletar! Tinggal sekarang, maukah pemerintah berubah haluan? Malaysia berani bersikap seperti ini kepada kita disebabkan karena Indonesia dipandang “lemah” di mata mereka, lemah secara ekonomi maupun militer. Dapat kita bayangkan kalau Malaysia saja bisa bersikap seperti ini, bagaimana ketika kita harus berhadapan dengan adidaya seperti Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya? Maka bangsa Indonesia (pemerintah) bersikaplah “gagah berani”, pemerintah tidak boleh bersikap “tidak berdaya” di mata bangsa lain. Bangsa ini adalah bangsa besar, kita adalah pewaris-pewaris Soekarno, kita harus mewarisi “kehebatan” para founding fathers kita. Tunjukkan bahwa kit adalah bangsa besar, bukan saja besar penduduknya, bukan saja melimpah ruah kekayaan alamnya, tetapi yang lebih esensil adalah kita adalah bangsa besar yang yang harus menjunjung tinggi kepada ideologi negara, Pancasila dan UUD 1945! Sepert halnya jikalau umat Islam ingin besar, maka kata nabi Muhammad saw : “...maka berpegang teguhlah kalian pada Alquran dan Sunnah Rasul..” untuk konteks Indonesia, maka berpegang teguhlah kita kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! Dan jika bangsa kita masih seperti ini, maka kita akan terus dilecehkan, ditinggalkan oleh bangsa lain, dan perlu kita ingat “Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, melainkan kaum itu sendiri yang merubahnya”, maka semoga bangsa Indonesia berubah menjadi lebih baik,..amin ya rabbal alamiin.