Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

22 May 2009

BANYAK CARA MENDAPATKAN MODAL USAHA

Bagi orang yang ingin memulai usaha, modal sering menjadi kendala utama. Sering terdengar keluhan dari pengusaha kecil yang sulit untuk mengakses perbankan guna menambah modal. Padahal pesanan atau order dari pelanggan sudah menunggu. Namun karena keterbatasan dana, si pengusaha tidak sanggup memenuhi pesanan pelanggan dalam jumlah besar. Terpaksa pelanggan tersebut mencari pengusaha lain yang bisa memenuhi pesanannya. Padahal si pelanggan sebenarnya sudah menaruh kepercayaan akan kualitas produk si pengusaha.

Kisah pengusaha yang mendapat pasar yang potensial tapi tidak mampu melayani pesanan banyak terjadi. Padahal ada banyak trik yang bisa dilakukan pengusaha pemula guna menambah atau mendapatkan modal. Karena lembaga perbankan saat ini sudah menyediakan banyak pilihan kredit. Mulai kredit investasi, modal kerja, bahkan factoring. Jenis kredit ini biasanya diberikan kepada pengusaha dengan jaminan purchase order (PO) atau surat pemesanan dari pelanggan. Untuk jenis pembiayaan permodalan seperti ini, perbankan tidak memberlakukan bunga sebagaimana kredit biasa, melainkan fee yang persentasenya cukup kompetitif dibandingkan bunga kredit perbankan. Dan PO (Purchase order) dapat dijadikan agunan dan pihak bank akan melakukan analisis terhadap PO ini, mulai dari term of payment, unit yang dipesan, harga, total barang, bank yang dipakai, NPWP, dan alamat dari pelanggan. Modal utama dari seorang pengusaha adalah tekad dan keyakinan, sementara modal finansial bisa diwujudkan dalam banyak cara. Saat sekarang ini sudah banyak lembaga yang menyalurkan pembiayaan modal kerja baik dalam bentuk kredit maupun hibah (grant).

Pemerintah pun mulai menggalakkan program kredit bagi usaha kecil yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Permodalan dalam bentuk hibah biasanya diberikan oleh lembaga donor internasional seperti USAID, dan AUSAID. Untuk dapat meraih dana hibah biasanya diberikan oleh lembaga donor internasional seperti USAID. Untuk dapat meraih dana hibah dari lembaga donor minimal seorang pengusaha harus mampu membuat proposal usaha dalam bentuk business plan (BP). Dengan BP inilah seorang calon investor maupun lembaga donor akan mampu mengukur seberapa potensial bisnis yang sedang dijalankan oleh si pengusaha. Di dalam BP ini harus dibuat secara detail dan mudah dipahami. Lembaga donor biasanya bersedia membantu pembiayaan perusahaan sosial (social enterprises).

09 May 2009

MENJADI GURU YANG BERKUALITAS


Indikator bagus atau tidaknya sebuah sekolah, salah satunya ditentukan oleh faktor guru. Oleh sebab itu, semakin banyak guru yang berkualitas pada suatu sekolah, akan semakin berkualitaslah sekolah itu. Menjadi guru yang berkualitas memang bukan perkara mudah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk menjadi atau mencari guru yang berkualitas.

Pertama, guru harus memiliki profesionalisme di bidangnya. Profesionalisme disini berarti guru tersebut harus memiliki pengetahuan yang luas tentang bidang yang diajarnya. Sebagai contoh, jika guru mengajar Bahasa Indonesia, maka dia perlu memahami semua hal yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia dan perkembangannya. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai macam pertanyaan dari siswa. Apalagi siswa-siswi sekarang lebih kritis dan cerdas dalam bertanya.

Kedua, guru harus mempersiapkan bahan ajar. Salah satu hal yang membuat guru lebih pandai dibandingkan muridnya adalah karena guru telah mempelajari materinya terlebih dahulu. Oleh sebab itu, guru yang baik adalah guru yang telah mempersiapkan bahan ajarnya terlebih dahulu.
Selain itu, gurupun sebaiknya memiliki bahan ajar yang lebih “kaya” dan lengkap daripada muridnya. Sebab, biasanya ada siswa yang belajar terlebih dahulu dari buku paket yang diberikan pihak sekolah.

Ketiga, guru harus dapat menyampaikan materi dengan jelas. Hal ini berhubungan dengan cara mengajar guru tersebut. Guru yang mengajar dengan metode kuno (satu arah) dan menjemukan biasanya membuat siswa tidak bersemangat dalam belajar. Oleh sebab itu, guru harus mengajar dengan metode dua arah dan kreatif dalam mengajar. Jika perlu, selipkan beberapa humor agar suasana belajar-mengajar tidak kaku, tetapi menyenangkan.

Keempat, guru harus dapat mengelola kelas. Menjadi seorang guru berarti harus siap berhadapan dengan berbagai macam jenis siswa. Mulai dari yang baik, rajin, patuh, hingga yang malas. Oleh sebab itu, seorang guru sebaiknya memiliki kemampuan mengelola kelas dengan baik.
Hal ini dapat dilakukan dengan tidak membedakan antara siswa yang pandai dengan yang malas. Sebab, jika siswa yang malas diberi kepercayaan lebih dari seorang guru, biasanya mereka akan lebih termotivasi untuk belajar lebih baik lagi.

Kelima, guru harus melakukan evaluasi. Evaluasi ini menyangkut evaluasi dirinya sendiri dan evaluasi ke siswa. Biasanya guru memberikan evaluasi ke siswa melalui ujian, siswa memperoleh nilai yang kurang baik, sebaiknya guru tersebut mengevaluasinya. Evaluasi ini dapat dimulai dengan instropeksi diri ketika mengajar, setelah itu bahaslah bersama-sama siswa tentang bagian mana yang belum mereka mengerti.

Keenam, guru harus dapat berhubungan baik dengan orang tua siswa. Selain berhubungan dengan siswa, guru pun sebaiknya dapat berhubungan baik dengan orang tua siswa. Jadi, disini akan terjalin kerjasama yang baik antara guru dan orang tua sehingga dapat memantau perkembangan belajar siswa tersebut.


(Sumber: Kompas,31 Maret 2009)

04 May 2009

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA DALAM MENGHAFAL PIDATO

Ada beberapa cara agar kita bisa meningkatkan kemampuan berpidato kita, beberapa faktor/cara tersebut antara lain:

1. Dapatkan tempat yang relatif tenang, bukan ruang yang sangat hening. Anda mungkin jatuh tertidur disana.
2. Usahakan temperatur ruang sedang-sedang saja-tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Kedua ekstrem akan mengganggu kemampuan anda untuk berkonsentrasi.
3. Cegah interupsi. Minta sekretaris anda menahan panggilan telepon untuk anda. Gantung tanda “jangan ganggu” pada pintu anda.
4. Cegah diri anda mengganggu diri sendiri dengan mengurus semua masalah yang menekan yang dapat anda pikirkan sebelum memulai kerja. Bersihkan pikiran anda dari persoalan lain-apapun persoalan tersebut.
5. Rileks, tetapi jangan terlalu banyak. Sedikit ketegangan akan membantu-duduk di kursi yang agak tidak nyaman, berjalan ke sekeliling ruangan sementara anda menghafal, mersakan sedikt kecemasan, suatu rasa urgensi.
6. Hindari zat kimia jenis apapun. Berlawanan dengan kebijaksanaan konvensional, obat ataupun alkohol tidak meningkatkan konsentrasi; sebenarnya, keduanya malah mengganggu konsentrasi.
7. Jadwalkan periode kerja anda di sekitar waktu puncak anda-waktu ketika anda cenderung mersa paling baik dan mnecapai paling banyak.
8. Tetapkan tujuan dan sasaran yangrealistik dan dapat di capai. Dengan menggunakan tanggal batas awaktu sebagai titik awal, bekerja mundur di dalam jadwal anda untuk mengidentifikasi berapa banyak yang sudah anda capai pada setiap tonggak di dalam rencana anda.
9. Ganjar diri anda bila anda berhasil dalam mencapai suatu tonggak. Selama sesi kerja, bekerjalah menuju suatu target dan bekerja untuk semacam pembayaran sebagai tambahan untuk tujuan: minuman kegemaran, sedikit waktu rehat-sesuatu yang anda ingin dapatkan yang biasanya anda tidak mengizinkan diri anda mendapatkannya kecuali untuk kesempatan istimewa.

01 May 2009

RISET PEMASARAN

Pengembangan yang menguntungkan dari perusahaan hanya berasal dari komitmen terus-menerus untuk menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan kebutuhan pelanggan. Agar proses penyesuaian ini berjalan efektif, diperlukan arus informasi dua arah antara pelanggan dan perusahaan. Inilah peran riset pemasaran. Riset pemasaran berkaitan dengan proses pemasaran secara keseluruhan. (riset pasar adalah riset tentang pasar).

Ada beberapa bentuk riset pemasaran yang dapat dipertimbangkan, yang dikelompokkan ke dalam empat jenis dasar, yaitu:
Internal-analisis catatan penjualan, tingkat periklanan, harga versus volume, dan sebagainya.
Eksternal-menggunakan sumber daya di luar organisasi untuk melengkapi riset internal.
Reaktif-jawaban kuisioner, wawancara terstruktur, dan sebagainya.
Non reaktif-interpretasi terhadap fenomena yang diamati, misalnya merekam pelanggan di toko, mendengarkan panel pelanggan, dan sebagainya.

Oleh karena adanya pro dan kontra untuk masing-masing jenis, bauran dari berbagai jenis itu dapat memberi manfaat. Misalnya, catatan penjualan dapat memberikan wawasan yang berharga, tetapi tidak dapat meramalkan kinerja dengan baik karena terbatas pada kinerja historis. Wawancara telepon dapat dilakukan dengan cepat dan relatif tidak mahal, tetapi jumlah informasi teknis yang dapat diperoleh terbatas. Titik awal dari setiap program riset pemasaran sebaiknya merupakan penelitian tentang bahan-bahan yang ada, terutama dengan sarana riset meja. Jika dikombinasikan dengan informasi penjualan internal, kekayaan informasi yang tersedia dari informasi yang diterbitkan bisa menjadi metode riset yang paling kuat yang terbuka untuk suatu perusahaan.

Pengumpulan data hanya merupakan langkah pertama dalam riset pemasaran. Data harus mendapat arahan sebelum menjadi informasi yang relevan, dan informasi hanya akan relevan jika perusahaan sudah mempunyai tujuan, beberapa masalah pemasaran yang harus diselesaikan. Informasi yang digabung dengan tujuan menjadi inteligensi: informasi yang dikonsumsi dan digunakan oleh manajemen dalam mengubah ketidakpastian menjadi resiko yang terukur. Perubahan ketidakpastian menjadi resiko dan minimalisasi resiko mungkin merupakan tugas yang paling penting dari manajemen, dan riset pemasaran dalam proses ini sangatlah penting.