Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

28 February 2009

INDONESIA

Sejarah mencatat bahwa penjajahan di bumi Indonesia selama 350 tahun telah meninggalkan banyak jejaknya. Peristiwa Mei 1998 yang merupakan simbol tenggelamnya matahari kekuasaan Orde Baru adalah contoh dimana peristiwa kerusuhan tersebut telah memakan banyak korban yang dialami oleh etnis tertentu di negeri ini. Kenapa kemarahan ini ditumpahkan kepada etnis tersebut? jawabannya adalah peristiwa itu adalah cerminan dari suatu realitas sosial masyarakat Indonesia, dimana pada masa itu (Orde Baru) kesenjangan sosial-ekonomi masyarakat begitu parah, segelintir orang menikmati sebagian besar kekayaan bangsa ini dan sebagian besar masyarakat berebut kue yang disisakan oleh para konglomerat-konglomerat serakah. Ketidakadilan ekonomi ini merupakan suatu efek langsung dari strategi pembangunan Orde Baru yang menganut konsep "trickle down effect", yang membesarkan segelintir pengusaha yang nantinya diharapkan dapat memberikan efek-redistribusi kekayaan kepada masyarakat secara keseluruhan, namun pada kenyataannya konsep ini tidak berjalan dan yang terjadi adalah para konglomerat semakin gemuk dan rakyat semakin kurus kering! Jika rakyat sudah susah mencari makan maka yang terjadi adalah kerawanan sosial yang ujungnya akan memicu konflik sosial!! Bila kita melihat ke belakang pada masa kolonial, sesungguhnya struktur sosial yang ada dimasyarakat Indonesia adalah desain dari tangan-tangan imperialis dimana dalam rangka melaksanakan politik devide et impera, politik adu domba, politik pecah-belah mereka (imperialis) membagi-bagi masyarakat Indonesia dengan sistem kasta yang terdiri atas tiga tingkatan.Kasta pertama, dihuni oleh orang-orang asing bangsa Eropa dan sebangsanya, kasta kedua diduduki oleh golongan Timur asing dan kasta ketiga (paling bawah) adalah dihuni oleh bangsa pribumi (Indonesia). Dengan struktur sosial seperti ini orang pribumi menjadi alas bagi orang-orang yang berkasta lebih tinggi, menanggung beban hidup orang-orang yang berada diatasnya, menjadi yang paling sengsara hidupnya, menjadi korban penghisapan dan penindasan oleh bangsa lain, menjadi tempatnya bersemayamnya kemiskinan dan kebodohan. Dan sampai sekarangpun sistem ini masih terjadi dan sewaktu-waktu akan meletup ke permukaan mengulang sejarah Mei 1998. inilah suatu kondisi objektif dalam struktur masyarakat Indonesia. Belum selesai dengan permasalahan SARA ini, bangsa Indonesia dihantam oleh apa yang dinamakan globalisasi yang isinya adalah wajah imperialisme modern dengan ajaran liberalisme-kapitalismenya. Maunya ajaran ini adalah agar dunia jangan dibatas-batasi, jangan ada proteksi-proteksi-an, jangan dibuat sekat-sekat antar negara, "the world without frontier". Dan sebagai medium infiltrasinya dibentuklah badan-badan seperti IMF, WTO World Bank, GATT, dan sebagainya. Dapat dilihat sekarang ini betapa arus liberalisasi telah menyelusup ke segenap sendi-sendi kehidupan barbangsa dan bernegara, di bidang ekonomi korporasi-korporasi asing berpesta-pora menghisap kekayaan alam bangsa Indonesia, laporan WALHI menyatakan 80 % ladang migas Indonesia dikuasai oleh asing. Dus, apa bedanya keadaan Indonesia sekarang dengan keaadan Indonesia selama 350 tahun dalam pasungan penjajahan? dulu VOC (Persekutuan Dagang Hindia Belanda) dengan rakusnya mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia untuk dikirim ke Eropa dan semakin mempertebal pundi-pundi uang negara imperialis ini. Dan yang sekarang terjadi pun demikian, kekayaan alam yang diamanatkan sebesar-besarnya oleh konstitusi untuk kemakmuran masyarakat Indonesia telah beralih dinikmati oleh asing, beralih ke kantong-kantong korporasi-korporasi asing dan negara-negara dimana korporasi tersebut berdomisili. Diungkapnya dokumen-dokumen intervensi asing terhadap kebijakan energi kita dalam pansus Hak Angket BBM adalah sedikit gambaran yang terungkap dari wajah imperialis (liberalis-kapitalis). Hal ini menunjukkan bahwa siapa sebenarnya yang mengendalikan negeri ini, siapa yang berdaulat atas bangsa ini, siapa yang menentukan hidup 220 juta rakyat Indonesia!! Kelemahan bangsa ini disebabkan, (meminjam istilah demokrasi) adalah sebagai akibat dari lemahnya lembaga eksekutif, lembaga kepresidenan, khususnya presiden dan segenap pembantunya. Karena dari lembaga inilah sebenarnya intervensi asing itu dimulai. Presiden yang tidak mempunyai karakter nasionalis, watak inferior, yang tidak memahami kata hati bangsa Indonesia, tidak tahu atau tidak mau tahu akan visi dan misi hingga akhir zaman bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai jalan menuju masyarakat adil dan makmur,dus, pemerintahan sekarang ini tidak lain adalah sekedar perpanjangan tangan dari apa yang sudah dibuat oleh Orde Baru. Kelanjutan dari sistem Liberalisme-Kapitalisme yang dianggap oleh pendukungnya sebagai suatu keharusan dan dipandang sebagai "agama" yang harus diterapkan oleh manusia sekolong langit!!! Pertanyaan untuk para pendukung liberalisme-kapitalisme, jikalau benar ideologi yang anda bawa itu, yang anda agung-agungkan itu bernilai ilmiah, tunjukkan dimana tempat di dunia ini yang dengan ideologi liberalisme-kapitalisme mampu mewujudkan masyarakat adil dan makmur, masyarakat yang hidup dengan tenteram dan damai tanpa gontok-gontokkan, tanpa penghisapan/eksploitasi sesama manusia/antar bangsa??!

23 February 2009

MERINTIS GLOBALISASI MUSIK INDONESIA

Pasca era Orde Baru tahun 1998 gaung kebebasan yang bak air bah telah membanjiri segenap sendi kehidupan di masyarakat dan tidak ketinggalan adalah angin perubahan di bidang industri musik Indonesia. Banyak bermunculan grup-grup band dan penyanyi solo yang menghias blantika musik Indonesia mulai kemunculan Sheila On Seven (SO7), Peter Pan, Padi, hingga kemunculan Changcuters, D'massiv dan banyak lagi lainnya. Jika kita flashback ke belakang dimulai pada masa Orde Lama yang menerapkan suatu doktrin berkebudayaan nasional yang melarang segala bentuk budaya yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia maka salah satu dampaknya adalah dilarangnya musik-musik yang berbau asing (kebarat-baratan) seperti yang dikatakan oleh Bung Karno pada waktu itu:
"....... Capailah satu negara kesatuan Republik Indonesia, republik yang kuat berwilayah kekuasaan Sabang sampai Marauke, capailah kebudayaan sendiri yang berdiri di atas kaki sendiri, diatas kepribadian sendiri-sendiri. Maka itu he, pemuda-pemuda, awas-awas, kalau masih ada sasak-sasakan, kalau masih ada beatle-beatle-an, kalu masih ada rock and roll, rock and roll-an, ya seperti kawanmu yang bernama Kus Bersaudara itu, apa itu. Apa tidak punya kita lagu sendiri yang sesuai dengan kepribadian Indonesia sendiri, kenapa mesti tiru Elvis Presley, Elvis Presley-an,.........".
Dan sebagai akibatnya grup Musik Kus Bersaudara yang terkenal dan melegenda dengan nama Koes Ploes dimasukkan ke dalam penjara. Memasuki era Orde Baru industri musik tanah air masih di dominasi oleh para invador-invador asing khususnya grup-grup musik rock. Pada masa ini musik rock mencapai kedigdayaannya semboyan "life to rock" menginternalisasi di dalam kehidupan mayoritas anak-anak muda masa itu lengkap dengan rambut gondrong dan aksesorisnya. Pasca Orde Baru dunia musik ditandai dengan bermunculannya grup-grup band lokal yang berhasil menciptakan hits di pasaran seperti yang penulis sebutkan diatas, dan lambat laun mulai mengambil alih pasar dari musik luar negeri. Dan dapat dikatakan pada saat sekarang ini musik Indonesia telah dapat menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, bahkan banyak grup musik band/solo yang didaulat untuk mengadakan konser di luar negeri meskipun yang mengundangnya adalah perkumpulan orang Indonesia sendiri yang berada di luar negeri, namun itu semakin membuka peluang musisi-musisi Indonesia untuk berpromosi dan mengenalkan lagu-lagu ciptaannya ke luar negeri. Perkembangan lainnya dari musik Indonesia adalah diadakannya konser dangdut di Amerika Serikat yang diikuti oleh orang-orang Amerika sendiri bahkan ada yang sampai datang ke Indonesia untuk mempelajari musik dangdut. Kemudian kita melihat ke negeri tetangga Malaysia, disana musik/lagu-lagu Indonesia sedang laris-manis di request oleh masyarakat Malaysia dan banyak yang menduduki tangga lagu teratas di radio-radio Malaysia, hal ini menyebabkan ketar-ketirnya para musisi lokal Malaysia yang lagu-lagu mereka kurang diniminati, kalah oleh lagu-lagu dari Indonesia, hingga menyebabkan permintaan musisi Malaysia kepada pemerintahnya untuk mengurangi peredaran musik-musik asing di Malaysia. Hal inilah menurut penulis menjadi suatu yang kontra produktif yang sering penulis katakan bahwa selera orang terhadap suatu musik tidak dapat di intervensi oleh siapapun, industri musik adalah suatu industri yang fair yang hakimnya adalah para pendengar musik itu sendiri. Yang harus dilakukan oleh musisi-musisi Malaysia adalah introspeksi diri membuat analisa serta melakukan perubahan-perubahan yang positip ke depannya, bukan dengan cara penjegalan terhadap musik luar. Kemudian kita beralih ke musisi wanita Indonesia yang telah go international yaitu Anggun yang kiprahnya di tingkat internasional medapatkan sambutan positif dan lagu-lagunya di Eropa mendapat demand yang bagus. Sederet kisah sukses diatas tentunya dapat dijadikan spirit bagi musisi-musisi Indonesia lainnya untuk berkiprah di tingkat internasional dan berkarya lebih progresif ke depannya, seperti kata pepatah "banyak jalan menuju Roma" dan seperti cita-cita Bung Karno, galilah musik-musik yang berasal dan berakar dari budaya bangsa sendiri dan suarakan ke penjuru dunia !!!

21 February 2009

HIRUK-PIKUK KAMPANYE CALEG DAN KEBINGUNGISME DEMOKRASI

Memasuki tahun 2009 ini ada agenda besar yang akan dilalui oleh masyarakat Indonesia yaitu agenda politik, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden. Dapat kita lihat bersama para calon legislatif (caleg) berlomba-lomba berkampanye merebut simpati masyarakat pemilih. Mulai dari memasang baliho, poster, memasang spanduk, pembagian kartu nama, kunjungan sosial dan bakti sosial, beriklan di televisi, radio dan media cetak serta banyak lagi lainnya. Semuanya itu tentu saja dengan satu maksud tujuan agar masyarakat dapat memilih yang bersangkutan untuk pemilu legislatif nanti. Tidak heran kantor DPR menjadi lengang dikarenakan banyak anggotanya yang mencalonkan diri kembali dan sibuk berkampanye di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Tidak heran kalau kita melihat di jalan-jalan, gang-gang, dan rumah-rumah penduduk menjadi "ramai" oleh atribut-atribut para caleg ini, hal ini lazim terjadi pada masa transisi dari rezim lama ke rezim baru. Selanjutnya para caleg mulai melakukan aksinya dengan berbagai cara baik dengan tebar pesona, tebar ide, dan yang tak ketinggalan adalah tebar uang !. Langkah selanjutnya para caleg ini mulai mengkalkulasi kekuatan; konsolidasi infrastruktur dan SDM untuk kampanye, menggalakkan serta mengembangkan social networking, pembentukan tim sukses yang kesemuanya itu diatur dalam (renkerstra) Rencana Kerja Strategis. Dan tibalah pada hari-H nya nanti para caleg menunggu dengan harap-harap cemas menanti hasil pemilu yang akan menentukan apakah mereka lolos menjadi anggota legislatif atau tidak. Seperti banyak orang bijak mengatakan "kerja yang baik haruslah diiringi dengan do'a". Maka dalam do'a, mereka memohon untuk diluluskan cita-citanya menjadi anggota legislatif (ada juga dari para caleg ini yang mencoba peruntungannya dengan datang ke paranormal untuk dilihat nasib pencalegannya), namun do'a adalah do'a, manusia tidak dapat mengintervensi do'a, soal terkabul atau tidaknya do'a mereka adalah hak prerogatif Tuhan sepenuhnya (tidak seperti dunia sekarang dimana PBB menjadi ajang intervensi kekuatan adidaya) jadi ketika caleg ini gagal menjadi legislatif janganlah kegagalannya ditumpahkan kepada Tuhan!!!. Bagi mereka yang tidak terpilih harus "banting-tulang" lagi mengumpulkan pundi-pundinya yang tergerus ketika mencalonkan diri menjadi caleg, dan bagi mereka yang lolos maka kursi anggota dewan yang empuk telah siap-sedia menerima mereka dengan fasilitas dan gaji yang aduhai!. Dan ketika mereka telah duduk di kursi DPR maka mission accomplish! Misi telah selesai, seperti dikatakan Ichsanuddin Noorsy realita di lapangan berbicara : ketika para caleg dengan idealismenya yang tinggi sewaktu berkampanye kemudian masuk ke dalam sebuah sistem, yang mana sistem tersebut ternyata tidak seideal yang diinginkan, maka pilihannya ada dua; ikut dalam sistem tersebut atau terpental dari sistem tersebut, kalau sudah begitu maka gagalah idealisme! pada akhirnya rakyat dikecewakan karena para anggota dewan telah melupakan janji-janjinya.Rakyat terkecewakan untuk kesekian kalinya! rakyat hanya bisa berteriak sumpah-serapah, hak mereka untuk hidup sejahtera tereleminasikan oleh kepentingan-kepentingan individu/kelompok sesaat, kepentingan akan mengakumulasi kekayaan dan kepentingan untuk kekuasaan. Inilah lelucon demokrasi : ketika rakyat (sebagai pemimpin) menggantungkan nasibnya pada legislatif dan presiden/eksekutif (sebagai wakil rakyat), bagaimana mungkin pemimpin menggantungkan nasibnya pada wakilnya ?!! dus, presiden kemudian disebut pemimpin, bukankah dalam konteks demokrasi jika seseorang telah menjabat sebagai presiden maka kedudukannya telah berubah menjadi wakil rakyat, yang berarti presiden adalah bawahan rakyat yang jumlahnya kurang lebih 220-1 (kurang lebih 220 juta orang Indonesia dikurangi satu orang yaitu presiden) yang 219 juta orang inilah sesungguhnya kalau bicara dalam konteks demokrasi adalah pemimpin, namun pada realitanya yang mengambil keputusan adalah presiden bukan rakyat yang 219 juta orang! Presidenlah yang menentukan! jadi wajar jika rakyat berdemo turunkan BBM, maka presiden dengan berbagai alasan menolak penurunan BBM walaupun sekarang terjadi penurunan BBM namun itu bukan semata-mata niat untuk membantu rakyat melainkan adalah efek dari krisis global yang meruntuhkan harga BBM dunia. Kalau dari masing-masing kita adalah sebagai pemimpin (ingat arti demokrasi; pemerintahan oleh rakyat) maka apa gunanya lagi memilih presiden dan legislatif) jadi kalau diambil kesimpulan maka presiden (wakil Rakyat) telah melakukan pembangkangan terhadap kehendak pemimpin (rakyat yang 219 juta orang ) namun tidak ada sanksi untuknya. Bagaimana bila dibalik yang 219 juta orang ini yang memerintah, disitu ada; (bayi, anak-anak, orang tua, jompo, orang gila, pencuri, perampok, koruptor, WTS, profesor, militer, polri, dan lain-lain) bagaimana jadinya? inilah gambaran demokrasi, yang tidak jelas siapa yang memimpin siapa yang dipimpin, manusia dibuat bingung + linglung ! Selamat berbingung ria !!!

19 February 2009

TENTANG STRATEGI PEMASARAN

Strategi Pemasaran adalah alat untuk mencapai tujuan pemasaran dan biasanyadikaitkan dengan empat "P" dari bauran pemasaran: product, price, place, dan promotion.
Memahami makna sasaran pemasaran yang sesungguhnya dan signifikan akan membantu
manajer mengetahui informasi yang mereka butuhkan yang memungkinkan mereka memikirkan dengan seksama implikasi memilih satu posisi atau lebih dalam pasar. Akan tetapi, menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan logika dari sasaran dan strategi pemasaran jauh lebih sulit daripada menulis angka-angka pada selembar kertas dan membiarkan strategi itu termasuk di dalamnya. Sistem yang berorientasikan angka-angka tidak akan mendorong manajer untuk berpikir secara terstruktur tentang segmen pasar yang secara strategis relevan. Sistem itu juga tidak akan mendorong adanya pengumpulan, analisis, dan sintesis dari data pasar yang dapat dijalankan. dengan tidak adanya aktivitas semacam itu dalam organisasi, para pembuat keputusan tidak mungkin punya banyak hal selain intuisi dan "rasa" untuk terus menentukan apa yang terbaik dalam mengelola sumber daya yang terbatas, tetapi bermanfaat.Tantangannya tinggal bagaimana cara membuat para manajer agar berpikir di luar batas tahun operasi saat ini. Manfaat rencana pemasaran adalah bahwa rencana itu :
1. mencapai koordinasi aktivitas yang lebih baik;
2. mengidentifikasi perkembangan yang diharapkan;
3. meningkatkan kesiapan organisasi untuk berubah;
4. meminimalkan respons tak rasional sampai respons yang tak diharapkan;
5. mengurangi konflik tentang kemana seharusnya organisasi bergerak;
6. meningkatkan komunikasi;
7. mendesak manajemen untuk berpikir ke depan secara sistematis;
8. memperluas penyesuaian sumber daya yang tersedia untuk mendapatkan peluang pilihan;
9. menyediakan kerangka kerja bagi dilakukannya peninjauan operasi yang berkelanjutan;
10. menuntut pendekatan sistematis untuk mendapatkan rumusan strategis, yang menuju pada keuntungan investasi yang besar.
Ada empat tahapan utama dalam proses perencanaan pemasaran: analisis, sasaran, strategi, taktik. Proses ini secara formal terungkap dalam dua rencana pemasaran, rencana pemasaran strategis dan rencana pemasaran taktis.(bersambung).
(Disarikan dari: How Come Your Marketing Plans Aren't Working, Malcolm Mcdonald 2002)

16 February 2009

MUSIK: ANTARA IDEALISME DAN KOMERSIALISASI

Bila melihat judul diatas tampaknya dua ide ini (idealisme-sisi komersil) dalam bermusik adalah dua wajah yang sulit untuk disatukan, bila dilihat dari sudut pandang filsafat Hegelian; tesis-antitesis-sintesis, keduanya memiliki sisi yang berlawanan dan tidak dapat menjadi suatu sintesa. Dalam hal bermusik dengan tujuan komersil maka lagu/musik yang diciptakan akan mengikuti hukum pasar yaitu memenuhi demand pasar akan jenis musik yang sedang digandrungi, bisa diambil contoh adalah musik-musik yang sedang in di Indonesia sekarang ini, yang mana jenis musik/genre Pop menjadi jenis musik yang paling banyak digemari saat sekarang ini. Hal ini dapat disaksikan melalui tayangan-tayangan di televisi dan radio maka, berlomba-lombalah para musisi, solois maupun grup band mencipta lagu dengan nuansa Pop (Popular) dan dengan liriknya yang khas yaitu mengangkat tema-tema tentang cinta/percintaan, meskipun tema ini tidak melulu menjadi dominasi musik Pop melainkan jenis musik lainpun juga mengangkat tema-tema seperti ini. Dalam musik Pop yang paling dibutuhkan adalah bagaimana suatu musik/lagu itu menjadi "easy listening" dengan lirik-lirik yang mudah dicerna/dipahami oleh pendengarnya dan dengan komposisi musik yang tidak kompleks dan ribet seperti musik Rock atau Orkestra. Ukuran keberhasilan musik untuk tujuan komersil adalah tidak beda dengan tujuan perusahaan dalam lingkungan bisnis yaitu profit motive bagaimana lagu tersebut dapat menghasilkan pendapatan/keuntungan yang sebesar-besarnya. Kemudian dari perspektif musik untuk tujuan menyampaikan idealisme sang musisi, maka kesan yang paling kuat dari lagu yang dibuat adalah bagaimana substansi dari lagu tersebut dapat sampai ke telinga pendengarnya dengan harapan si pendengar dapat menilai/mengkritisi terhadap pesan/lirik yang disampaikan oleh sang musisi sehingga tergugah kesadarannya untuk mengambil sikap terhadap lingkungan sosialnya. Ketika seseorang tergugah idealisme/kesadarannya dengan melihat realita kehidupan dan menuangkannya dalam sebuah lagu maka orang tersebut sedang menyuarakan ketidakberesan, sesuatu yang harus dibenahi, suara-suara keluh-kesah masyarakat, sesuatu yang seharusnya dilakukan dalam hidup ini. Di kalangan musisi Indonesia sendiri terdapat musisi-musisi yang dikenal karena sifat lagu yang dibawakannya yang mengandung pesan-pesan idealis dan kritik sosial sebutlah Iwan Fals, Franky Sahilatua, Sawung Jabo, Setiawan Djody, ataupun grup musik Kantata dan untuk musisi luar negeri terdapat nama Bob Dylan. Meskipun begitu musik idealis ini akan susah laku di pasaran hal ini berbanding terbalik dengan jenis musik komersil yang laris-manis di pasaran. Maka hal yang paling baik dilakukan adalah bagaimana mengkombinasikannya (bundling) dalam suatu album yang mana disitu akan terpenuhi kepentingan dari sang musisi maupun kepentingan dari sisi penikmat musik, yang mana musisi tidak sekedar mengejar sisi komersialnya saja tetapi juga membangun sisi idealismenya dalam bermusik, dan bagi pendengarnya sendiri bisa memilih dan memilah jenis lagu yang dingininya. So, komersialisasi musik perlu, but don't forget your idealism!!.

13 February 2009

FENOMENAL SOSIAL : DUKUN CILIK PONARI

Beberapa waktu belakangan ini kita melihat di media-media terutama televisi sedang gencar-gencarnya memberitkan fenomena sang dukun cilik Ponari yang mempunyai kemampuan mengobati orang sakit dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit melalui media batu yang konon menurut ceritanya kemampuan Ponari ini di dapat setelah ia tersambar petir dan sesaat setelahnya muncullah batu tersebut yang kini dijadikan media pengobatannya, dengan menyelupkan batu tersebut ke dalam gelas berisi air mineral yang kemudian diminum oleh pasiennya begitulah cara Ponari mengobati pasiennya. Kemudian yang terjadi selanjutnya adalah Ponari menjadi "bintang" di kampungnya, ribuan bahkan puluhan ribu manusia berduyun-duyun antri berdesak-desakan bahkan samapai memakan korban empat nyawa tewas. Apa yang bisa kita pelajari dari fenomena ini? Bila dilihat dari proses terjadinya, maka aroma mistik yang terlihat sangat kuat melekat kepada dukun cilik ini. Ketika seseorang memandang fenomena Ponari dengan kacamata nalar/rasio atau logika maka kesimpulannya akan bermuara pada hukum akal yaitu kata-kata"mustahil". Banyak orang akan mengatakan: "mana mungkin sebuah batu bisa mengobati orang sakit !". Begitulah bila kita melihat secara perspektif logika. Dan bila kita melihat dari sudut pandang mistik/supranatural maka kesimpulannya akan bermuara pada "semakin mistiknya" kejadian tersebut. Kejadian ini menunjukkan bahwa ajaran nenek moyang; yaitu animisme/dinamisme, kejawen (sinkretisme) tertanam kuat pada pola pikir masyarakat Indonesia. Mitos-mitos yang kuat nuansa mistiknya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Sisi lainnya adalah banyak orang yang tertolong secara ekonomi dari praktek perdukunan ala Ponari ini. Tukang ojek, penjual makanan, pedagang kaki lima, pemerintah setempat, tukang parkir, bahkan sampai dibuatnya buku mengenai kisah Ponari ini habis terjual!. Pemerintah setempat dapat membangun jalan transportasi berkah dari praktek dukun cilik ini. Bagi sang dukun cilik dan keluarganya peristiwa ini menjadi berkah bagi keluarga mereka dengan pendapatan dari sumbangan para pasien yang bernilai jutaan bahkan mencapai angka belasan juta!. Lalu apa efeknya bagi sang dukun cilik Ponari sendiri? kesan eksploitasi begitu kental terjadi terhadap sang dukun cilik ini akibatnya sang dukun cilik ini jatuh sakit, dan sejak ia mempunyai kekuatan supranatural ini Ponari enggan bersekolah. Ke depan jika hal ini terjadi terus-menerus akan berakibat negatif bagi Ponari sendiri. Secara intelektual ia akan mengalami kesulitan untuk berkembang, psikisnya akan tertekan akibat eksploitasi, dan dalam interaksi sosial (social relationship) ia akan terasing dari pergaulan masyarakat terutama pergaulan dengan teman-teman sebayanya. Apa yang bisa pelajari dari fenomena diatas? bahwasanya konstruksi berpikir kita dan cara pandang kita akan menentukan penilaian kita terhadap sesuatu hal. Ya, Ponari adalah fenomena sosial yang menarik untuk dikaji tergantung dari mana sudut pandang kita, selamat mengkaji!.

12 February 2009

MENGENAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI)

Hak Kekayaan Intelektual merupakan suatu hak yang berada dalam ruang lingkup kehidupan teknologi, ilmu pengetahuan, maupun seni dan sastra. HKI merupakan hak yang berasal dari kegiatan kreatif suatu kemampuan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam bentuk ciptaan atau temuan, baik berupa karya cipta seni, sastra dan teknologi. Di Indonesia masalah HKI mulai dikenal dengan menjadi anggota pada :
  • Paris Convention (Konvensi Paris, 1883). Pada konvensi ini yang dibahas adalah masalah kekayaan industri.
  • WIPO (World Intellectual Property Organization, 1967) adalah organisasi dunia yang menangani kekayaan intelektual dengan tugas melaksanakan pengadministrasian konvensi di bidang HKI; mendorong kerjasama internasional di bidang HKI dan membantu negara sedang berkembang membangun sistem HKI.
Pada zaman Hindia Belanda dalam peraturan tahun 1910 HKI disebut hak oktrooi. Menurut peraturan 1910 menyatakan bahwa suatu temuan hendaknya dimintakan paten, segala dokumennya dikirim ke Den Haag. Biro paten di Belanda yang akan memeberikan oktrooi kepada si peminta. Pada saat ini masalah-masalah yang berkaitan dengan HKI di Indonesia diatur oleh Ditjen HKI-Departemen Kehakiman dan HAM. Era abad 21 isu global perkembangan HKI semakin pesat karena disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi dan semakin tingginya masalah pembajakan serta pemalsuan. Selain itu Indonesia telah meratifikasi perjanjian TRIP's tahun 1995, dimana segala sesuatu yang berkaitan dengan perdagangan akan ditinjau dari aspek HKI-nya. Menjawab tantangan TRIP's tersebut diperlukan adanya peningkatan temuan yang memenuhi salah satu rezim HKI, misalkan saja paten, desain, paten tanaman, dan lain-lain. Pada prinsipnya HKI dibagi dalam 2 (dua) kelompok besar yaitu:
1. Hak Cipta (Copyright)
2. Hak Kekayaan Industri, terdiri dari;Paten (patent), Merk (Trademark), Rancangan (Industrial Design), Informasi Rahasia (Trade secret/Undisclosed information), Indikasi Geografis (Geographical Indications), Denah Rangkaian (Circuit Layout), Perlindungan Varietas Tanaman.
Kelompok HKI disebut dengan rezim (misal: rezim paten). Pada dasarnya pendefinisian untuk rezim HKI di seluruh dunia adalah sma. Tiap-tiap rezim tersebut didefinsikan sebagai berikut:
a. Hak Cipta (Copyright)
adalah hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Hak Kekayaan Industri
Paten, merupakan hak khusus yang diberikan negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada orang lain untuk melaksanakannya.
Merk (Trademark), adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-hruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memilki daya pembeda dan dipergunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
Rancangan (Industrial Design), dapat berupa rancangan produk industri, rancangan industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi yang mengandung nilai estetika dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang atau komoditi industri dan kerajinan tangan.
Informasi Rahasia (Trade Secret), adalah informasi di bidang teknologi atau bisnis yang tidak diketahui oleh umum, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiaannya oleh pemiliknya.
Indikasi Geografi, adalah tanda yang menunjukkan asal suatu barang yang karena faktor geografis (faktor alam atau faktor manusia dan kombinasi dari keduanya telah memberikan ciri dari kualitas tertentu dari barang yang dihasilkan.
Denah Rangkaian (Circuit Layout), yaitu peta (plan) yang memperlihatkan letak dan interkoneksi dari rangkaian komponen terpadu (integrated circuit); unsur yang berkemampuan mengolah masukan arus listrik menjadi khas dalam arti arus, tegangan, frekuensi serta parameter fisik lainnya.
Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia tanaman dan atau pemegang PVT atas varietas tanaman yang dihasilkannya untuk selama waktu tertentu menggunakan sendiri varietas tersebut atau memberikan persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya.

11 February 2009

UANG: BERHALA ABAD MODERN

Bila kita perhatikan aktivitas manusia dalam kesehariannya bisa kita lihat bahwa sesungguhnya manusia itu telah terperangkap ke dalam suatu sistem yang secara sadar ataupun tidak sadar sedang dijalaninya yaitu sistem/paham kebendaan (materialisme) yang mana dalam ajaran ini uang/kapital adalah sebagai alatnya. Bisa kita lihat dalam satu hari 1 x 24 jam, dari fajar terbit hingga matahari terbenam pikiran manusia mengerucut menjadi satu misi yaitu bagaimana mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mengejar kenikmatan hidup yang dimpikannya. Dus, dalam konteks pemikiran ini berjalan paralel dengan sistem kehidupan yang berlaku sekarang ini yaitu sistem liberalisme-kapitalisme yang mana uang/kapital/modal merupakan senjata utama untuk meraih kenikmatan dunia dan sebagai alat untuk mendominasi kepada pihak lain. Uang dijadikan sebagai alat untuk menetukan status sosial seseorang, meningkatkan gengsi dan lambat-laun mereka "golongan yang berpunya" ini akan menjauhi lingkungan sosialnya yang tidak sesuai dengan status sosial mereka sehingga terciptalah eksklusivisme dan sekat-sekat di masyarakat yang merupaka api dalam sekam. Kutipan di bawah ini akan semakin memperjelas akan eksistensi dan kekuatan dari uang/kapital:
"Give me control of a nation's money and I care not who makes the laws". Mayer Amschel Bauer, pendiri The Rothschild Family.
"Permit me to issue and control the money of a nation, and I care not who makes its laws". Anaknya Amschel Mayer Rothschild.
"Who ever controls the volume of money in any country is absolute master of all industry and commerce". President James A. Garfield.
Dari kutipan diatas dapat dibuktikan bahwasanya kekuatan uang/kapital sangat menetukan posisi seseorang. Kapital/uang dapat mengintervensi suatu negara, mengintervensi kekuatan politik, ekonomi, dan segi-segi kehidupan lainnya. Dan uang/kapital bersifat transnasional melintas tanpa batas negara, dan satu hal yang perlu dicermati adalah dalam kehidupan sekarang ini dimana globalisasi menjadi demikian derasnya merasuk ke dalam segi-segi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak lain isi globalisasi itu sendiri adalah ajaran liberalisme-kapitalisme maka yang paling penting untuk dapat survive dalam sistem kehidupan ini adalah bagaimana manusia itu dapat mengontrol/mengakumulasi uang/kapital sebanyak-banyaknya. Dapat kita lihat bahwasanya konflik sosial, perubahan sosial di berbagai belahan dunia dan hitam-putihnya suatu negara sangat ditentukan oleh segelintir orang yang
menguasai/berkuasa terhadap uang/kapital.

08 February 2009

APAPUN MUSIKMU, TERUSLAH BERKARYA !!

Banyak aliran musik yang beredar dan dimainkan di seluruh penjuru dunia. Dari semua jenis aliran musik yang tercipta , tentunya masing-masing memiliki komunitas atau penikmatnya sendiri. Kebanyakan dari mereka (komunitas aliran musik) termasuk "militan" terhadap jenis musik tertentu yang digemari. Terlihat dari gaya hidup ataupun dandanan yang seakan mewakili jenis musik tertentu. Perbedaan dan beragamnya jenis maupun aliran musik ini tentunya memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda. Oleh kalangan kritisi musik dunia berbagai jenis aliran musik ini dikelompokkan menjadi genre aliran tertentu, misalnya aliran rock, jazz, dance, pop, dan sebagainya. Yang tentu saja setiap genre tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa turunannya. Setiap orang memiliki kecenderungan untuk menyukai sesuatu, hal ini terdapat juga dalam hal memilih suatu aliran musik dan kegemaran orang akan jenis-jenis musik tentunya akan berbeda-beda. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, tapi jenis musik apapun yang digemari seseorang merupakan suatu bahasa yang universal untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Sebuah aliran musik yang digemari atau dimainkan sedikit banyak mewakili karakter orang yang bersangkutan. Sebuah musik merupakan suatu ekspresi estetis dari perasaan manusia. Sebuah ekspresi yang melahirkan puluhan aliran musik yang dinikmati oleh ratusan juta orang di dunia. Akan tetapi kalau boleh jujur, dari banyaknya aliran musik yang ada, yang paling banyak mendapatkan penggemar dan "paling laku" adalah dari jenis musik Populer yang dikenal dengan nama musik Pop. Hal ini dapat dilihat dari penjualan kaset/CD, golongan musik ini sering mendapat kategori Best Selling Album juga sering menduduki puncak tangga diurutan lagu-lagu terbaik atau yang paling banyak dinikmati pendengar radio adalah jenis musik ini. Kenapa demikian, karena jenis musik ini "lebih mudah diterima" oleh kalangan luas. Baik irama yang terkesan familiar, juga syair ataupun liriknya yang biasanya mudah dicerna. Akan tetapi bukan berarti jenis aliran musik lainnya tidak punya kesempatan yang sama seperti musik Pop. Beberapa lagu dari aliran lainpun bisa menembus puncak tangga lagu, bahkan beberapa diantaranya dikategorikan melahirkan album yang terlaris contohnya pada era tahun 70-an, 80-an, dan 90-an awal. Banyak musisi dari aliran rock yang mendominasi penjualan album terlaris dan life style dari musisinya banyak menginspirasi gaya hidup anak muda pada masa itu. ini menunjukkan bahwa kehidupan dalam industri musik itu terus berputar berbagai jenis aliran musik tampil ke permukaan dengan karakteristik masing-masing namun apapun alirannya, apapun jenis musiknya akan tetap mempunyai basis massa dan komunitas yang menyukainya. Industri musik adalah industri yang tidak akan pernah mati orang akan selalu ingin mendengar musik, mendengarkan alunan lagu dan musik dapat menjadi obat melepas stress dan menjadi satu kebutuhan hidup manusia. Bagaimana anda membayangkan bila hidup ini tanpa musik, tanpa irama-irama, tanpa syair-syair? so, teruslah berkarya untuk kemajuan musik Indonesia!.