Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

25 April 2009

ANGKATAN 66 SEBUAH CATATAN HARIAN MAHASISWA

Tulisan ini adalah sebuah resensi (ringkasan) sebuah buku yang berjudul ANGKATAN 66 SEBUAH CATATAN HARIAN MAHASISWA, sebagaimana judulnya buku ini adalah suatu catatan harian dari seorang mahasiswa pergerakan yaitu Yozar Anwar yang mana isi dalam buku ini adalah menceritakan mengenai peristiwa yang berkaitan dengan pergolakan politik di Indonesia pada waktu itu (tahun 1966).

Dimana pergolakan politik tahun 1966 adalah suatu akibat langsung dari peristiwa politik yang mendahuluinya yaitu pemberontakan G 30S PKI atau dikenal dengan nama “Gestapu” (Gerakan September Tiga Puluh) atau dikenal juga dengan nama “Gestok” (Gerakan Satu Oktober). Sebagai akibat dari pemberontakan yang didalangi oleh PKI ini berakibat luas dalam kehidupan sosial-politik masyarakat pada waktu itu. Ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa pada waktu itu (rezim Orde Lama/Soekarno) telah meluas di kalangan masyarakat terutama golongan pemuda dan mahasiswa.

Sebagai puncak dari ketidakpuasan masyarakat pada waktu itu, pada tahun 1966 terjadilah demonstrasi besar-besaran di Ibukota Jakarta berbagai macam gerakan pemuda ikut serta dalam aksi demonstrasi tersebut, antara lain Organisasi Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GMKI, GAMKI, Pemuda Marhaenis, HMI, GSNI, Pemuda Khatolik, dan organisasi mahasiswa lainnya. Pemuda dan mahasiswa pada waktu itu menuntut diadakannya perubahan secara menyeluruh, hal ini didasarkan pada kondisi politik, sosial, dan ekonomi pada waktu itu yang mana yang dirasakan oleh rakyat adalah suatu gambaran dari suatu rezim (Orde Lama) yang isinya adalah penyelewengan terhadap Pancasila, mempeties-kan Pancasila, demokrasi hanya berupa nama dan rupa, hanya dislogankan, tetapi kenyataannya kosong-melompong.

Cita-cita kemerdekaan, semangat proklamasi 1945 dan semangat jiwa Pancasila telah menyimpang dari kenyataan, segelintir manusia, secara kebetulan memegang tampuk kekuasaan, menjadi lupa daratan. Mereka lupa akan usaha memperbaiki nasib rakyat, mereka lupa akan kekuasaan Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Para pemimpin bagaikan kehilangan pegangan dan tiada lagi memiliki iman. Segelintir manusia hanya asyik memperkaya diri sendiri seraya menonjolkan kekayaan, kemewahan, pesta-pora, dan gossip dengan wanita. Korupsi bukanlah rahasia umum lagi, moral berantakan! Demikian dalam deskripsi Yozar Anwar......(bersambung)

21 April 2009

APAKAH ORGANISASI YANG MAMPU BELAJAR ITU ?

Organisasi yang mampu belajar adalah organisasi yang mengutamakan pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu proses sekaligus suatu nilai. Idealnya, setiap karyawan harus memilki komitmen untuk terus memperbaiki diri melalui belajar. Dengan mempelajari hakekat pembelajaran, organisasi secara keseluruhan dituntut untuk selalu memperbaiki semua aspek dirinya baik produk maupun jasa. Ketika karyawan dan organisasi berkembang, karyawan akan merasakan suatu hubungan yang diperbaharui terhadap pekerjaan mereka, pelanggan akan terlayani dengan lebih baik dan organisasi pun akan memiliki masa depan yang lebih baik pula. Organisasi yang mampu belajar dapat dibedakan dari organisasi lain dalam hal-hal dibawah ini:
• Pembelajaran merupakan bagian terpadu dari setiap aktivitas karyawan; belajar sudah menjadi bagian tugas, bukan beban tambahan.
• Pembelajaran adalah sebuah proses, bukan sebuah peristiwa.
• Kerjasama adalah landasan dari semua hubungan.
• Setiap orang berkembang dan bertumbuh, dan dalam prosesnya mengubah organisasi.
• Organisasi yang mampu belajar itu bersifat kreatif; setiap karyawan membangun kembali organisasi.
• Organisasi belajar dari dari dirinya sendiri; para karyawan mendidik organisasi tentang efisiensi, peningkatan mutu dan inovasi.
• Menjadi bagian dari organisasi yang mampu belajar adalah sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan.

Dalam organisasi yang mampu belajar, motivasi diakui sebagai bagian yang sudah menyatu dalam diri setiap karyawan. Dengan visi dan komitmen bersama untuk mewujudkan itu, orang akan memotivasi dirinya untuk belajar. Alih-alih merasa terancam oleh karena harus belajar, diharapkan setiap orang dan tim bersifat proaktif menyusun agenda pembelajarannya sendiri. Pada awalnya, organisasi mungkin perlu menyediakan sumber daya dan bimbingan untuk menolong orang belajar bagaimana melakukan hal ini.

Ada dua perbedaan yang mencolok antara muatan pembelajaran yang ada dalam organisasi yang mampu belajar dan organisasi-organisasi lainnya.
1. Dalam organisasi yang mampu belajar, karyawan mempelajari aspek-aspek bisnis dari perusahaan. Mereka mempunyai akses ke lebih banyak informasi daripada sebelumnya tentang target penjualan, rencana pemasaran dan laporan keuangan. Informasi tidak lagi semata untuk keperluan manajemen atau pihak eksekutif saja. Dengan pemberdayaan karyawan dalam banyak pengambilan keputusan, mereka perlu mengerti keputusan tersebut secara menyeluruh dalam konteks bisnis.
2. Setiap karyawan belajar bagimana memanfaatkan diri mereka sebagai alat. Belum pernah sebelumnya hal ini dianggap begitu penting. Organisasi yang mampu belajar menyadari bahwa “lunak itu keras”. Dengan kata lain, keterampilan interpersonal, kreativitas, daya tanggap akan perubahan dan belajar baimana caranya belajar merupakan keahlian yang harus dimiliki seseorang oleh karena tuntutan pasar global dewasa ini. Organisasi yang mampu belajar membutuhkan individuyang mampu mengatur diri sendiri; yakni pribadi yang mengerti bahwa keterampilan mengatur diri sendiri akan turut menentukan bagaimana pihak lain merespon diri mereka. Artinya, keterampilan teknis semata tidak menjamin keberhasilan.

Komunikasi dalam organisasi yang mampu belajar talah mengalami lompatan cepat. Saat ini tujuan komunikasi tidak sekedar berbicara secara jelas, tetapi komunikasi sekarang mencoba membangun komunitas. Dalam hal ini, kejujuran, kesadaran pribadi, kerjasama dan dukungan menjadi modal utama. Komunikasi demikian dapat mempermudah dalam mengenal diri sendiri maupun pekerjaan. Barangkali untuk pertama kalinya, tidak perlu membangun pemisah antara siapa anda di temapat kerja dan siapa anda saat di rumah.
• Anda dapat menempatkan diri secara utuh ke lingkungan kerja.
• Anda diperkaya.
• Karya anda diperkaya.
• Setiap orang belajar.

18 April 2009

STRATEGI PERIKLANAN

Periklanan (sering dikaitkan dengan “pembelanjaan above the line”) yang menggunakan media terukur semacam televisi, bioskop, radio, media cetak, dan elektronik (misalnya, iklan banner pada situs web). Biasanya diasumsikan bahwa periklanan disebarkan secara agresif dan semua perubahan yang seiring waktu merupakan isi yang kreatif. Akan tetapi, peran periklanan biasanya berubah selama siklus hidup suatu produk. Misalnya proses persuasi (kesadaran, minat, menyikapi sikap keputusan untuk bertindak) secara normal tidak akan muncul sampai adanya tingkat kesadaran terhadap produk atau layanan itu di pasar. Dengan demikian, menciptakan kesadaran merupakan salah satu tujuan awal yang paling penting dalam perusahaan umum terbatas (public limited company)

Jika penawaran telah benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dirasakan mengungguli penawaran pesaing, melalui pemanfaatan sarana secara cerdas semacam penamaan merk, penetapan harga atau pendistribusian yang membuat pelanggan merasa nyaman, pelanggan terbujuk untuk membeli. Perlu di ingat, bahwa untuk hasil yang optimal, usaha periklanan dapat diarahkan bukan hanya kepada pelanggan tetapi juga kepada semua yang mempengaruhi keberhasilan komersial, termasuk saluran, pemegang saham, media, karyawan, pemasok, dan pemerintah.

Langkah pertama dalam menyiapkan rencana periklanan adalah dengan memutuskan sasaran yang layak, dan dapat dicapai dalam beriklan. Batu uji untuk mengkonfirmasikan apakah sebuah sasaran cocok sebagai sasaran periklanan adalah dengan bertanya: “apakah mungkin mencapai sasaran ini hanya dengan periklanan?” jika jawabnya tidak, berarti itu bukan sasaran untuk periklanan.

Kesalahan konsepsi yang biasa terjadi adalah bahwa sasaran periklanan harus ditetapkan dalam bentuk peningkatan penjualan. Oleh karena periklanan merupakan salah satu kelompok penentu tingkat penjualan (yang juga mencakup mutu produk, harga, dan layanan pelanggan, misalnya ), peningkatan penjualan tidak dapat menjadi sasaran periklanan yang langsung. Hal yang juga penting adalah perbedaan yang jelas antara sasaran pemasaran dan sasaran periklanan. Sasaran pemasaran berkaitan dengan jenis produk yang ditujukan ke suatu pasar tertentu, sedangkan sasaran periklanan merupakan target terukur yang pada prinsipnya berkaitan dengan mengubah sikap dan menciptakan kesadaran.

Ada dua pertanyaan dasar yang harus diajukan dalam sasaran periklanan: “Siapakah orang-orang yang ingin kita pengaruhi ?” dan “Manfaat atau informasi khusus apakah yang akan kita komunikasikan kepada mereka?” Banyak perusahaan menggunakan agensi luar untuk mendesain iklan mereka. Akan tetapi, andalah yang selalu harus memutuskan ketetapan sasaran periklanan, bukan agen periklanan.
Sasaran periklanan tersebut, contohnya:
• Untuk membawa informasi ;
• Untuk mengubah persepsi;
• Untuk mengubah sikap;
• Untuk menciptakan keinginan;
• Untuk membangun koneksi (misalnya, asosiasi pedagang daging dan telur);
• Untuk mengarahkan tindakan ;
• Untuk memberikan rasa tenteram;
• Untuk mengingatkan;
• Untuk memberi alasan membeli;
• Untuk mempertunjukkan;
• Untuk membangkitkan permintaan.

14 April 2009

TEORI DUALISME EKONOMI INDONESIA MENURUT J.H. BOEKE

Indonesia menurut J.H. Boeke mengalami dualisme ekonomi atau dua sistem ekonomi yang berbeda dan berdampingan kuat. Dua sistem tersebut bukan sistem ekonomi transisi dimana sifat dan ciri-ciri yang lama makin melemah dan yang baru makin menguat melainkan kedua-duanya sama kuat dan jauh berbeda. Perbedaan tersebut karena sebagai akibat penjajahan orang-orang Barat. Apabila tidak terjadi kedatangan orang-orang Barat mungkin sistem pra-kapitalisme Indonesia dan dunia Timur pada umunya pada suatu waktu akan berkembang menuju sisitem atau tahap kapitalisme. Akan tetapi sebelum perkembangan kelembagaan-kelembagaan ekonomi dan sosial menuju ke arah sama, penjajah dengan sisitem kapitalismenya (dan sosialismenya serta komunisme) telah masuk ke dunia Timur. Inilah yang menimbulkan sistem dualisme atau masyarakat dualisme. Telah diuraikan bahwa ekonomi dualistik atau lengkapnya sistem ekonomi dualistik adalah suatu masyarakat yang mengalami 2 macam sistem ekonomi yang saling berbeda dan berdampingan sama kuatnya dimana sistem ekonomi yang satu adalah sistem ekonomi yang masih bersifat pra-kapitalistik yang dianut oleh penduduk asli dan sistem ekonomi yang diimpor dari Barat yang telah bersifat kapitalistik atau mungkin telah dalam bentuk sosialisme atau komunisme. Kedua sistem ekonomi tersebut saling hidup berdampingan secara kuat dan bukan dalam bentuk transisional. Oleh karena kedua sistem ekonomi tersebut lebih menyangkut dua bentuk masyarakat yaitu masyarakat asli Indonesia dan masyarakat Barat dan atau yang telah dipengaruhi oleh Barat maka lebih tepat disebut masyarakat yang bersifat dualistik atau dual society. Masyarakat yang bersifat dualistik membutuhkan ilmu ekonomi yang berbeda untuk yang satu dengan yang lainnya. Ciri-ciri khusus masyarakat asli Indonesia dari segi ekonomi dikemukakan oleh J.H. Boeke sebagai berikut:
1.Mobilitas faktor-faktor produksi adalah rendah. Mobilitas faktor produksi rendah disebabkan karena sangat terpengaruh oleh tradisi. Masyarakat yang bersifat tradisional tingkah lakunya telah terikat dalam pola-pola tertentu. Penentuan upah, pembagian pekerjaan dan tugas, jam kerja, penggunaan peralatan modal, dan lain-lain bersifat tradisional.
2.Pemisahan yang tajam antara kota dan pedesaan. Ketajaman tersebut sejajar dengan sifat masyarakat Timurnya sendiri. Karena peredaran uang dan ekonomi pasar belum menyusup ke masyarakat pedesaan, masyarakat pedesaan mempunyai sifat utama yaitu haus akan kredit. Pertentangan antara kota dan desa sekaligus merupakan pertentangan antara perdagangan dan industri dengan pertanian dengan kerajinan tangan.
3.Pertentangan antara rumah tangga atau perekonomian uang dengan perekonomian barang. Karena perbedaan ini maka pajak yang dikenakan terhadap masyarakat pedesaan yang harus dibayar dalam bentuk uang bersifat sangat memberatkan.
4.Yang satu bersifat mekanistik dan masyarakat pedesaan bersifat organik. Prinsipnya kehidupan masyarakat Barat sangat bersifat mekanistik dalam arti rasional zakelijk atau bersifat pamrih, obyektif dalam arti terutama melihat objek yang hendak dicapai dan kurang perhatian terhadap unsur-unsur subyektif, kenyatan-kenyataan yang bersifat metafisik, faktor berbagai macam perasaan dan lain-lain. Irama kehidupan masyarakat Timur sangat ditentukan oleh lingkungan fisik, lingkungan metafisik, maupun lingkungan sosialnya. Kepuasan bertindak dan kepuasan batiniah sangat ditentukan oleh lingkungan-lingkungan tersebut. Maka dari itu masyarakat Timur lebih mementingkan kebutuhan masyarakat, kebutuhan yang bersifat tradisional, membatasi kebutuhan dan nafsu pribadi dan lainnya. Individu sebagai suatu bagian dari organisme masyarakat, fungsi dan kedudukannya, kebtuhan dan kepuasannya sangat ditentukan oleh organismenya sebagai keseluruhan, baik organisme alam (fisik dan metafisik) maupun organisme sosial serta institusional. Banyak tuduhan tentang indolens, fatalisme, dan kemalasan bersumber pada tiadanya pengertian dan penghargaan itu.
5.Masyarakat Barat, perekonomiannya bersifat produsen dan masyarakat Timur berperekonomian konsumen. Azas perusahaan modern belum meresap dalam masyarakat Jawa (masyarakat Timur) dan konsumen dikuasai oleh alasan non ekonomi. Seluruh kehidupan dikuasai oleh agama , kebiasaan dan tradisi sesuai agama, tingkah laku terutama ditentukan oleh kebutuhan untuk merasa senang dan kepuasannya secara ekonomis mutlak adalah hal yang sekunder.

Dalam masyarakat yang mempunyai ciri-ciri seperti itu, ilmu ekonomi (yang bersal dari Barat) tidak akan berlaku atau paling tidak, berlakunya sangat terbatas. Teori ekonomi yang berasal dari Barat berlakunya harus dipenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
1.Kebutuhan subyek ekonominya tidak terbatas
2.Masyarakat telah bersifat rumah tangga uang
3.Individualisme.

12 April 2009

BEKERJA SECARA PROFESIONAL

Profesi dapat diartikan bidang pekerjaan yang didasari oleh keahlian dan tanggung jawab yang tinggi. Keahlian yaitu kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut karena yang bersangkutan telah memahami benar mengenai teknis pelaksanaan pekerjaan tersebut. Tanggung jawab yaitu bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut terhindar dari kesalahan-kesalahan sehingga hasilnya memuaskan. Bertolak dari pengertian tersebut, maka tenaga profesional adalah pekerja/pegawai yang telah memiliki keahlian dalam melaksanakan pekerjaan tertentu. Bekerja secara profesional adalah bekerja yang didasarkan pada keahlian, bukan bekerja yang didasarkan kepada perintah saja. Contoh pekerjaan profesional adalah dokter, hakim, bidan, arsitek, ahli teknik elektronika, ahli kecantikan, ahli pahat, petinju, pemain bola. Untuk menjadi pekerja profesional, diperlukan belajar dengan tekun melalui learning by doing, keuletan, dan kesabaran. Dalam diri pekerja profesional terdapat ciri-ciri sebagai berikut :
1. Selalu mengejar kesempurnaan kerja.
2. Memiliki kesungguhan dan ketelitian kerja.
3. Tekun, ulet, dan gigih, untuk membuat sesuatu yang lebih baik
4. Integritasnya tinggi dalam menegakkan kebenaran yang berkaitan dengan pekerjaannya, tidak mudah goyah oleh berbagai tekanan atau godaan kenikmatan hidup.
5. Pemikiran dan tindakan selalu selaras dan konsisten.
6. Memiliki kesadaran untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri.
7. Mencintai profesi yang ditekuni.

Menjadi pegawai/pekerja yang profesional seperti yang diuraikan diatas adalah menjadi cita-cita semua orang, dengan memilki ciri-ciri diatas bukan saja dapat berdampak baik untuk sendiri, tetapi juga akan memberikan kontribusi yang sangat bernilai untuk organisasi/perusahaan/instansi dimana kita bekerja dan yang paling utama adalah untuk membagikan kebaikan untuk sesama sebagaimana yang telah diajarkan oleh rasul-rasul/nabi sejak dahulu.


(Sumber: Departemen Keuangan Republik Indonesia,BUDAYA KERJA, 2004)

09 April 2009

COMPLAINTS CREATE CONFIDANCE II

HANDLING COMPLAINTS

A business can swing dramatically from positive to negative and back, all within a day. Complaints about your company’s services or product mostly come as asurprise since people rarely set outto disappoint or offend. Not only do salespeople have to manage their own experiences, they also have to create experiences to give the customers confidence in the product. And not just at the moment of purchase, but to be satisfied even when they explain their expenditure to family and friends. There are many instances where the customers become dissatisfied or unconvinced as they are swayed by the objections of people important to them. That’s also when complaints come in. There are many innovative ways to handle complaints. There was a company which was getting so many calls about their lack of service that the complaints department was up in arms. The staff felt unsupported by the sales-people. So they suggested the sales department handle the complaints to personally experience the consequences of their performance. As a result, the salespeople had direct feedback, became familiar with handling objections, and had the opportunity to listen, rectify past failings, and change their techniques. This strategy helped them to understand the customers, and provided practical information about things that went wrong. Sales training became more relevant, and the number of complaints decreased. Whwn customers complaints, they want to be heard and attended to immadiately. They need to be able to expres themselves and feel what they say is important and matters to you. An apology and acceptance of their views are also in order. Respect during this process is crucial, and can be demonstrated by:
• Being confident in your ability to handle the objections
• Accepting their points of view
• Allowing customers the space and time to have their say
• Creating an environment for the customer that is warm and supportive
• Resolving the dilemma as soon as possible
• Reassuring that their concerns are legitimate (the customer is always right!)
• Asking for their suggestions and how to succesfully resolve the situation
• Asking what other service you could perform for them
• Accepting returns, exchanges, or refund, and then doing more!
• Apologizing for the inconvinience
• Thanking them for their feedback
• Appreciating their feedback because it allows your company to improve its services.

After resolving the customer’s complaint, follow up a month later. Contact him or her to see how things are going. Feedback is vital. Once you have established a relationship that is open to it, maintain it. Comments from such individuals are honest, direct, and free, unlike ambigious result from expensive questionnaires. These people are your prefered customers. You have a commitment to them! They will challenge you to give better services. If you satisfy them, they will become your greatest advocates. However, if you handle things badly, it may cost you a relationship, when your customer complains, don’t :
• Blame someone else “Its not my fault….”
• Give excuses, “It’s our busy time of the year”
• Put them off “Leve it with me, and I’ll get back to you”
• Make them feel bad because they complained ”Perhaps you didn’t read the instruction manual!”
• Grovel “Our service has been really sloppy, I feel really dreadful.”

It is important to actively seek feedback by continuing to follow up on customers to see how your sevice can be improved. Today’s profits are already spent. It is tomorrow’s budget you want to protect.

06 April 2009

PENTINGNYA NGE-BLOG BAGI ENTREPRENEUR, BUSINESS-MAN/WOMAN, DAN PENGUSAHA LAINNYA

Ngeblog adalah kata-kata yang sekarang ini begitu populer di kalangan masyarakat luas mulai dari anak-anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, eksekutif, guru, pejabat, dosen, dokter, dan kalangan profesi lainnya. Ngeblog tidak saja menjadi tren di kalangan masyarakat perkotaan yang notabenenya menyerap arus informasi dan teknologi dengan cepat, melainkan juga telah merambah ke daerah-daerah suburban yang telah terjangkau oleh akses internet. Ngeblog adalah tidak lain daripada curhat (curahan hati) dari si pemilik blog atau sebelum ada blog kita menulisnya pada sebuah buku harian atau diary yang mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Dengan ngeblog kita dapat menulis apapun secara jujur, terbuka, dan apa adanya serta mencurahkan segala uneg-uneg yang ada di kepala kita. Dengan ngeblog, apa yang kita tulis bisa dilihat dan dibaca oleh banyak orang karena dibuat dan di realese secara online. Bukan itu saja, orang lain yang melihat dan membacanya juga dapat memberikan komentar tentang tulisan yang kita buat, ada yang berkomentar secara positif, kritis, bahkan sampai penghinaan. Tema-tema blog sendiri dapat beraneka ragam tergantung minat dan ketertarikan dari si pemilik blog. Ada yang bertemakan tentang agama, traveling, pemerintahan, politik, ekonomi, bisnis, tips, masakan, internet, buku, budaya, seni, olah raga, musik dan banyak lagi lainnya. Perkataan blog sendiri berasal dari kata “web log” yaitu bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web secara umum. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (http://id.wikipedia.org/wiki/blog). Blog terdiri dari bermacam-macam jenis (Juju, 2008) yaitu : blog umum, jenis blog yang sudah mencakup semuanya, artinya blog tersebut sudah berisi teks, gambar, video, lagu, namun mayoritas adalah teks yang berisi di dalamnya. Misal : blogspot dari blogger.com, wordpress, facebook, dan banyak lainnya. Blog foto, atau photo blog adalah layanan blog yang kontennya di dominasi oleh foto-foto, tentunya yang dominan dari blog ini adalah tampilan visualnya daripada tampilan teksnya. Video blog, ada yang menyebutnya vblog, merupakan layanan blog yang berisikan media video, jadi yang dominan dalam blog ini adalah konten videonya. Penyedia blog gratis antara lain dapat dibuat di blogger.com dan wordpress.com, dan bila ingin membuat blog instan murah dan merupakan penyedia layanan blog instan pertama dan praktis di Indonesia dapat dilihat disini. Penyedia layanan blog murah dan praktis ini sangat bermanfaat terutama sekali bagi para pebisnis, wirausahawan, entrepreneur, dan kalangan masyarakat lainnya yang ingin mengembangkan usaha atau bisnisnya. Kegiatan promosi, launching produk, membagi tips tentang kewirausahaan, dan kegiatan yang bersifat komersial lainnya dapat secara mudah dan praktis diiklankan dan dikenalkan kepada banyak orang di sepenjuru dunia! Inilah value added (nilai tambah) bila kita berbisnis melalui internet jika dibandingkan dengan media-media promosi yang konvensional seperti televisi, radio, dan surat kabar. Dengan media intenet via blog kita dapat meng-create pasar yang sangat luas dan bentuk-bentuk promosi lainnya yang tidak terdapat pada media konvensional. Para pebisnis atau wirausahawan yang ingin membangun bisnisnya melalui blog dapat memperoleh keuntungan praktis seperti :
1.Cakupan pangsa pasar yang sangat luas baik lokal maupun internasional
2.Tidak harus bertatap muka secara langsung
3.Transaksi dapat dilakukan via internet
4.Tidak perlu susah payah menawarkan produk yang kita jual
5.Dapat mempresentasikan dan me-manage produknya semaksimal mungkin dengan biaya atau anggaran yang relatif kecil melalui fasilitas blog.
Jadi bagi mereka para usahawan, pebisnis, entrepreneur, dan pengusaha baik yang berskala kecil, menengah, dan besar sudah saatnya memberdayakan internet via blog sebagai salah satu media untuk membangun dan mengembangkan jaringan bisnisnya. Seperti yang dikatakan Alfin Toffler, Futurolog nomor satu dunia pada awal tahun 90-an, yang meramalkan ada tiga macam bisnis yang memiliki nilai masa depan yang cerah : pertama, bisnis yang berkaitan dengan pendidikan, kedua, bisnis yang berkaitan dengan kesehatan, dan ketiga, bisnis yang berkaitan dengan IT (Information Technology). Menyitir perkataan Benjamin Franklin “ Jangan menunda hingga esok apa yang dapat anda kerjakan hari ini”. Untuk itu kepada para pengusaha, pebisnis, wirausahawan, dan kalangan lainnya yang ingin mengembangkan diri untuk segera memperluas mindsetnya dan mendapatkan layanan blog yang murah, praktis dan tepat guna.

02 April 2009

INKONSISTENSI PDIP SOAL BLT (BANTUAN LANGSUNG TUNAI)

Memasuki masa akhir kampanye, partai-partai politik semakin intens berkampanye. Mereka semakin ekspansif dalam berkampanye, mulai kampanye dari door to door, kampanye massal sebagai bentuk show of force, bagi-bagi hadiah dengan berbagai alasan agar tidak di cap sebagai money poltics, sampai dengan kegiatan-kegiatan sosial berupa berobat gratis, bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam dan sebagainya. Kita lihat di televisi para politisi menyuarakan visi-misi partainya yang isinya adalah bagaimana mereka akan menyejahterakan rakyat, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan sebagainya. Dimana-mana rakyat dalam masa kampanye menjadi retorika yang paling populer dan banyak disuarakan oleh partai-partai politik. Demi rakyat…. Demi kemakmuran rakyat… demi kesejahteraan rakyat…. Dan demi-demi lainnya. Begitulah suara-suara yang keluar dari mulut mereka. Ada yang menjanjikan sembako murah, berobat gratis, pendidikan gratis, BBM murah, dan lainnya. Dan materi kampanye yang paling banyak jadi sorotan penantang incumbent adalah soal (BLT) Bantuan Langsung Tunai. Salah satu yang paling keras mengkritik BLT ini adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang dapat kita lihat di televisi melalui Ketua Umumnya menghujat dan menentang dengan keras program BLT ini. Yang mana BLT ini dianggap sebagai bentuk bantuan yang tidak mendidik, mengajarkan orang menjadi pemalas, orang miskin menjadi tidak punya harga diri, dan lainnya. Namun belakangan kita juga dutunjukkan oleh iklan politik PDIP yang isinya adalah “mengklaim” dan “membenarkan” soal BLT ini. Hal ini tentunya membuat orang yang melihatnya menjadi bertanya-tanya, disatu sisi Ketua Umumnya menghujat BLT namun disisi lain melalui iklan politiknya PDIP “mendukung” program BLT. Kedua fakta ini tampaknya menarik untuk dibuat hipotesis, yaitu apakah ini merupakan suatu gejala pragmatisme politik yaitu untuk mencari simpati dari golongan penduduk miskin penerima BLT yang jumlahnya puluhan juta orang itu, yang mana merupakan kantong-kantong suara yang signifikan untuk menambah pundi-pundi suara para parpol. Bercermin pada fakta diatas, pada akhirnya kita mendapatkan definisi tambahan dari politik itu sendiri yaitu politik adalah “tujuan menghalalkan segala cara”.

COMPLAINS CREATE CONFIDENCE

Confidence is the key to gaining a larger proportion of the market share; confidence on the people, the company, and the product. As in most areas of life, we are judged by our performance. Therefore, we must continually improve ourselves, striving to better our past standards, or risk being left behind whilw others move on. For most people, negative feedback and complaints are undesirable. It may be easy to feel confident when the business is doing well, but weshould only be confident about one thing-complaints give us direct and honestappraisal of the health of our business. Costumer complaints serve as the barometer of our business acumen. They are not to be ignored or razionalized away. Instead the astute manager welcomes them as a chance to develop the level of service even further, to streamline difficulties, and to gain more understanding about his customers' need. Complaints represent a rare and valuable opportunity. As such, they deserve your respect and immadiate attention! complaints allow you :
1. Gather more information about your customers' need
2. Have a second chance to prove yourself
3. To provide better service when it really counts
4. To develop a long-term relationship with your client
5. To demonstrate appreciation to your costumer for their comments
6. Gain a larger proportion of the market share when you make improvements.
Remember it is difficult to please everyone completely, and complaints will be an integral part of providing a service. However it is important to assume that for every complaint you receive, there are more customers with similar difficulties who didn't contact you. So, a complaint is likely to represent more than one isolated incident. Those who take time to complain are giving you a chance to redeem yourself. They have initiated a connection with your company. This must be respected. If you respond in a satisfactory way, that is, you resolve their complaint,you will have you a future commitment and a chance at a lifelong partnership. Future sales are dependent on friendships and relationships that endure. customer do not like to form new relationships all the time. They prefer a supplier they know and value. If they have weathered the storm with you, and expended some energy into relationship, it is likely they'll continue. It cost ten times as much to get a new customer as it does to maintain and retain an existing one. Keep in mind that customer who do not tell you their grievance or disappointment are certainly telling their friends. This is the most damaging advertisement you will receive. If you are unable to defend yourself, you have no right to reply! Rather than focusing on the annoyance or intrusion complaints may bring, begin be dealing with feedback efficiently and directly. Be confident you can learn something important. Doing so in race againts time. You may not get another chance to capture a larger share of the market. When your customers sell your company for you, you have made a greate sale which will continue to reap rewards well into the future.