Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

28 March 2009

TEORI RELASI ANTARA ISLAM DAN NEGARA

Munawir Syadzali dalam Pahrurroji M. Bukhori (2003) mengatakan adanya tiga aliran teori dalam relasi Islam dan negara.
Pertama, aliran konservatif, yang tetap mempertahankan integrasi antara Islam dan negara. Menurut aliran ini, Islam telah lengkap secara paripurna dalam mengatur sistem kemasyarakatan yang termasuk di dalamnya masalah politik. baik dengan berusaha tetap mempertahankan tradisi politik dan pemikiran Islam klasik dan pertengahan ataupun dengan berupaya untuk melakukan reformasi sistem sosial dengan kembali kepada Islam secara total dengan menolak peraturan yang dibuat oleh manusia.
Kedua, aliran modernis, yaitu aliran yang berpendapat bahwa Islam hanya mengatur masalah kemasyarakatan secara garis besarnya saja. Adapun teknis pelaksanaanya bisa saja dengan mengadopsi sistem lain, sistem Barat, umpamanya.
Ketiga adalah aliran sekuler, aliran yang ingin memisahkan antara Islam dengan negara. menurut mereka, Islam sebagaimana agama-agama lainnya, tidak mengatur masalah-masalah keduniaan, sebgaimana praktek kenegaraan yang ada di masyarakat Barat.
Sejalan dengan Munawwir, Muntoha mengatakan adanya beberapa kelompok pemikir Islam dalam memandang konsep negara yang berkaitan dengan relasi Islam dan negara. Kelompok pertama mengatakan bahwa negara adalah lembaga keagamaan dan sekaligus lembaga politik. Karena itu kepala negara adalh pemegang kekuasaan agama dan kekuatan politik. Kelompok kedua mengatakan bahwa negara adalah lembaga keagamaan tanpa mempunyai fungsi politik. Kelompok ketiga, menyatakan bahwa negara adalah lembaga politik yang sama sekali terpisah dari agama. kepala negara karenanya, hanya mempunyai kekuasaan politik atau penguasa duniawi saja.


(sumber: Membebaskan Agama Dari Negara, Pahrurroji M. Bukhori, 2003)

26 March 2009

TUJUH KECERDASAN

Haward Gardner dalam Barbara J. Braham di dalam bukunya Frames of Mind, memperkenalkan tujuh kecerdasan yang berbeda. Kebanyakan orang hanya mengetahui sesuatu yang khas sekolah, seperti pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Menemukan semua kecerdasan lainnya dapat mengubah persepsi pribadi yang dimiliki setiap orang, dan membuat mereka terbuka untuk mempelajari apa yang sebelumnya mereka hindari. Pembelajar seumur hidup tahu kekuatan mereka dan memberdayakan semua kekuatan yang dimiliki. Berikut ini adalah tujuh jenis/tipe kecerdasan.
1. Berbakat musik, kecerdasan ini muncul sebelum kecerdasan lainnya dan tidak bernilai budaya tinggi. Jika bakat musik adalah salah satu kecerdasan istimewa anda, anda sadar bahwa anda membawa suara di dalam otak anda. Penggubah lagu memiliki kecerdasan ini, dan kecerdasan ini terutama menggunakan indra pendengaran.
2. Ilmu bahasa, tidak seperti kecerdasan musik, kecerdasan ilmu bahasa muncul lebih lamban dan sering tidak mencapai puncaknya sampai usia 50, 60 bahkan 70 tahun. Itulah sebabnya, mengapa banyak penulis menghasilkan karya terbaiknya pada tahun-tahun belakangan. Penyair, penulis dan orang yang menyenangi suara dan kata serta makna yang terkandung dalam suara dan kata tersebut memiliki jenis kecerdasan ini. Membaca, menulis dan komunikasi dengan kata berasal dari kecerdasan ini. Kecerdasan ilmu bahasa bernilai tinggi di sekolah. Seperti musik, kecerdasan ini juga menggunakan indra pendengaran.
3. Logika/Matematika, para ilmuwan, ahli hukum dan ahli matematika memiliki kecerdasan ini Kecerdasan ini mulai dengan benda yang akan dihitung dan sangat abstrak. Faktanya, pemikiran seseorang dengan kecerdasan logika/Matematika bisa begitu rumit sehingga pada umumnya orang mengalami kesulitan untuk mengerti. Pemain catur memiliki kecerdasan ini. Kecerdasan ini cepat mencapai puncaknya, biasanya menjelang usia 30 sampai 40 tahun, dan juga berakhir dengan cepat, sebagaimana kecerdasan musik. Kecerdasan logika/matematika ialah jenis kemampuan lainnya yang dinilai tinggi di sekolah.
4. Spasial, seperti kecerdasan logika/matematika, kecerdasan spasial larut dengan objek/berada dalam elemen yang berbeda atau ketika elemen tersebut dipindahkan. Ini merupakan kecerdasan yang ada pada ilmu seni grafis, arsitek, mualim dan pilot. Kecerdasan ini tidak memburuk sejalan dengan usia dan berorientasi pada otak kanan.
5. Tubuh/Kinestetik. Orang dengan kecerdasan ini menggunakan tubuhnya dalam cara yang terkendali. Penari, pelawak dan atlet mempunyai kecerdasan tubuh atau kinestetik. Mereka mampu memegang benda secara terampil dan mengembangkan keterampilan mekanik.
6. Intrapersonal. Kecerdasan ini bervariasi menurut budaya, namun fokusnya ialah kehidupan dalam diri sendiri, perasaan dan intuisi. Guru kebatinan dan pemimpin agama mempunyai kecerdasan intrapersonal. Introspeksi juga bagian dari kecerdasan ini.
7. Interpersonal. Kecerdasan ini juga dipengaruhi oleh nilai budaya, kecerdasan ini mempunyai fokus keluar, meliputi hubungan, mendeteksi perasaan orang lain, dan mengenali diri dalam berhubungan dengan orang lain. Pramuniaga dan motivator mempunyai jenis kecerdasan ini


(Sumber: The Essentials of Fast-track MBA Series, Creating Learning Organization, Barbara J. Braham, 1998)

21 March 2009

IDOLA

Banyak orang yang mengidolakan orang lain dan sang idola dijadikan contoh, referensi, role-model, rujukan yang mengilhami dan ditiru oleh sang pengidola dalam bertindak. Idola sendiri bersal dari perkataan "idol" yang berarti berhala (sesuatu yang dipuja). Ada orang yang mengidolakan artis, selebritis, tokoh dunia, pemimpin-pemimpin besar dunia, dan banyak lagi lainnya. Pada dasarnya pengidolaan terhadap seseorang itu terbagi atas dua macam golongan; orang yang mengidolakan seseorang itu dilihat dan dinilainya dari segi permukaan yaitu fisik seseorang, sex-appeal, orangnya gagah, ganteng, cantik, dan sebagainya. Pengidolaan seperti ini penulis sebut dengan "pengidolaan secara kulit", kedua adalah golongan orang yang mengidolakan seseorang itu dinilai dari sisi pengetahuannya, intelektualnya, tentang ide-ide sang idola, dan seterusnya. inilah yang disebut dengan "pengidolaan secara substansi". "Pengidolaan secara Kulit" tidak akan berlangsung lama, bilamana manusia itu beranjak tua, kulit mulai keriput, pinggang senat-senut, kepala nyat-nyut nyat nyut, dan jantung dat-dut dat-dut itu bertanda bahwa performa jasmaninya/fisiknya sudah mulai menurun dan ini lambat laun akan meruntuhkan penilaian seseorang pada golongan pengidola yang pertama. Pada pengidola golongan kedualah yang akan tetap survive, karena yang diidolakannya bukanlah fator ragawinya, melainkan "ilmu" yang dimiliki sang idola. Maka lihatlah orang-orang besar dunia! mulai dari nabi Adam as. hingga nabi Muhammad saw. dikenal orang bukan karena fisiknya tetapi karena ilmunya, kalau dipikir sudah berapa abad sepeninggal wafatnya rasul-rasul ini, namun ajarannya masih dikenal dan dan dianut serta diamalkan oleh miliaran orang di bumi ini! ajarannya di dakwahkan oleh banyak orang ke seantero dunia sebagai gospel kehidupan. Idea that break prison walls kata Gandhi, ide yang menghancurkan dinding-dinding penjara, raga manusia bisa dibunuh, dipotong-potong badannya, namun jiwanya tidak dapat dibunuh, ide-ide itu akan terus hidup dan mengalir ke setiap pikiran manusia yang membutuhkannya. Demikianlah kekuatan ide, ide-ide tentang Ketuhanan, ide-ide tentang Kemanusiaan, akan membawa manusia ke dalam kehidupan cinta damai, adil dan sejahtera, kebersamaan dalam persaudaraan. Sebaliknya ide-ide tentang eksklusivisme, rasisme, egoisme, facisme, liberalisme-kapitalisme, komunisme, dan ide-ide lain yang anti-Ketuhanan dan anti-Kemanusiaan akan mengantarkan manusia dan peradabannya kepada kehancuran peradaban (Broken Civilization).

18 March 2009

Globalization and capitalization Sports

At the time of the current exercise is not only as a hobby or a distribution to maintain the body's own health, but was over more entities as one of the industry, the sports industry. There are thousands and even millions of human lives affected either directly or indirectly from the existence of this sports industry. United States as one of the centers of the world of sports industry is one of the most favorite place for those who hang up his life from the business world of sports. For example, an NBA (National Basket Ball Association), rugby and American football has become the industry's leading sports in the country. One attraction of this industry is how the audience is presented with showtimes trick the body of the athlete is. Effect of male, strong, masculine and radiated from this exercise. This is a spectator interest in it is the expression of angry, hysterical, crying, laughter is not a part of the integral of an atmosphere of rivalry. One product that is known sports people, especially among young people is a cheerleader, cheer groups are usually found in the community school children, both in primary schools, secondary schools, and up to university level. Interesting from a sporting activity that is how they presented in a group can maintain harmony and cooperate with one another to present the combination of the resilience of the body,elastic movement,and dance movements, the third to be combined in a slick performance that entertaining.
Generally, the sports in which most people wanted is the type of sports groups, some of which are volley ball and football. In the sports volleyball needed by the athlete, especially once the body is high PLAYERS. Postures in which the players will make it easier to play the game in which the majority moving is jump and hit. It is not surprising that a volleyball athletes are generally those who have a high postures. Then the sport is football or soccer, this is the type of sport the most popular and most supporters come from around the world. Continental drift of Africa, Europe, Asia, America, and Australia. Differences in ethnicity, race, and religion does not prevent them to interact with one another. In my mind they're only one goal that is playing as good as possible for their team at the club level and in the country. The soccer fans come from many different backgrounds, parents, children, adolescents, adults, black, white, brown, yellow, officer, president, believer, and many other professional and all become one to watch the match football with a variety of attributes that they use, such as a flag, favorite team shirts, hats, and many more. Here the role of capital and strengthen the color of a sports business, look at the English premier league which is one barometer of the world football. There the role of capital is felt, there billion cash flows that the role of sponsor and football club owner does not hesitate to pour money in a fantastic amount to recruit star players, with one goal so that the crowd came to the stadium and of course the large income from the club sponsor and spectator ticket. Names such as Ronaldo, Gerard, Lampard, Messi, and many others are examples of the soccer players whose lives wander their property with a fantastic salary! Thus sports, globalization and capital has made the sport as a valuable entity!

14 March 2009

INDIE

Secara epistemologi kata-kata indie berasal dari perkataan independent yang artinya kurang lebih sama dan semakna dengan self-governing, able to work alone, self-confident, bebas, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), emansipasi, dan merdeka. Perkataan indie ini identik dan menunjuk kepada suatu perkumpulan atau komunitas dalam masyarakat yang mayoritas anggotanya adalah berasal dari kalangan anak-anak muda terutama yang berdomisili di daerah-daerah urban atau perkotaan. Dalam aktualisasi dan ekspresi dirinya mereka berpegang pada semboyan do it your self dan do what you love. Yang menjadi ciri khas karya mereka adalah karya-karya mereka ini bersifat eksklusif tidak pasaran, limited edition, dan selalu berusaha untuk menciptakan style-style baru yang berbeda dari sebelumnya. Mereka bisa bergerak di bidang fotografi, perancang busana, perancang situs web, membuat baju, celana, aksesoris-aksesoris, film, majalah, pemandu sorak, disc jockey, animator, modifikator, musik, dan banyak lagi lainnya, yang kesemuanya itu berlabel indie. Inspirasi mereka datang dari berbagai sumber, mulai dari lingkungan sekitar sampai berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan komunitas-komunitas indie lainnya yang bersifat lokal maupun internasional melalui akses teknologi informasi yang dapat berupa internet, televisi, dan lain sebagainya. Meskipun dengan atribut indie, mereka ini mampu survive bahkan bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain. Ekspresi mereka tidak dibatasi oleh keinginan untuk mencari sisi komersil dari karya yang mereka ciptakan, lebih dari itu para emansipator-emansipator ini telah bergerak lebih jauh, melepaskan diri dari belenggu arus konvensional, mainstream, mereka adalah arus perubahan, anti kemapanan, anti status quo, jiwa-jiwa yang dinamis dan progresif, menerobos sekat-sekat dan pakem-pakem lama dan berani tampil berbeda. Jikalau komunitas indie ini telah begitu mewarnai kehidupan dan berani melawan dan mendobrak kemapanan yang belum tentu bermanfaat bahkan bisa menghegemoni dan menindas mereka, maka sudah waktunya bagi bangsa Indonesia merefleksi diri untuk segera bangkit dari keterpurukan, menghantam kekuatan baik yang bersifat intern maupun ekstern yang mencengkeram, menghisap, menggerus kekayaan dan keutuhan negara ini. Semangat dan semboyan self-determination, self-governing, self-reliance, no-intervention, progresif revolusioner, harus terus berkumandang dan menjadi bahasa dan jiwa di setiap pribadi anak bangsa ini !! semua kekuatan harus disatukan untuk meng-counter kekuatan-kekuatan imperialis, predator-predator dengan baju "serigala berbulu domba". Sudah saatnya spirit nasionalisme menjadi darah bangsa ini!! Bangsa yang cerdas harus berpikir apakah yang sudah ada ini telah mampu mengatasi persoalan hidup, yaitu kemiskinan, pengangguran, kerusakan lingkungan, dan penyakit-penyakit sosial lainnya yang sudah mendarah daging selama berabad-abad lamanya yang diciptakan oleh sistem yang ada sekarang ini ! Oleh karena itu marilah kita menjadi manusia-manusia yang sadar akan realita dan kondisi objektif yang ada, kita harus berubah menuju perbaikan peradaban manusia seutuhnya, menjadi avant garde arus perubahan, menjadi progresif revolusioner. Tuhan telah berkomandemen, "Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, melainkan kaum itu sendiri yang merubahnya!!!

12 March 2009

MENANG

Kenapa banyak orang ingin menang
Apakah itu hasil akhir kehidupan
Kenapa kekalahan menjadi aib
Apakah itu kesalahan manusia

Demi kemenangan rela membunuh
Demi kemenangan rela memperkosa
Apa saja akan kamu tempuh
Agar kemenangan dapat diraihnya

Kenapa kebenaran menjadi aib
Sudah tidak pentingkah bagi manusia
Apakah kebenaran tinggal kata-kata
Dari bibir pemenang-pemenang semu......

Itulah penggalan syair lagu "Menang" dari Iwan Fals yang ingin mengajak kita untuk memandang kehidupan ini secara kritis, bagaimana kita memandang kehidupan dalam konteks hubungan menang-kalah. Banyak kejadian-kejadian di dunia ini yang berakhir dan diakhiri oleh "kemenangan" namun bukanlah kemenangan riil yang di dapat namun hanyalah sebuah "kemenangan semu" yaitu kemenangan yang di dapat dari cara mengancam, teror, kekerasan, penipuan, konspirasi jahat, bahkan sampai membunuh dan menghancurkan sebuah negara yang berdaulat. Pragmatisme untuk mengejar berhala kehidupan ; kekayaan, kedudukan, dan seks telah menjadikan manusia untuk menghalalkan berbagai cara. Prinsip 3 H "halal, haram, hantam" menjadi pemandangan sehari-hari disekitar kita. Toh, bagi mereka tidak ada bedanya antara pisang hasil mencuri dengan pisang dari hasil membeli, sama-sama berwujud pisang dan bila masuk ke dalam perut, pisang hasil mencuri pun masih dicerna oleh tubuh, tidak ada bedanya dengan pisang dari hasil membeli.

Bagi dunia sekarang ini :

Kemenangan adalah pada saat orang berhasil menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya dengan cara apapun dan menggunakannya utuk memperbudak orang dan bangsa lain, mengeksploitasi orang dan bangsa lain demi kepentingannya sendiri.

Kemenangan adalah apabila seseorang meraih kekuasaannya dengan segala cara dan menggunakannya untuk menindas, menteror, menghegemoni, dan mengeksploitasi kepada orang dan bangsa lain.

Kebenaran adalah miliknya sang penguasa, kebenaran yang bertentangan dengan kebenaran versi penguasa adalah bukan kebenaran dan ia harus tunduk terhadap kebenarannya penguasa dan bila membangkang maka tangan besilah yang berlaku.


Kebenaran dan keadilan yang berlaku di dunia sekarang ini persis dengan apa yang dikatakan oleh Machiavelli, bahwa kebenaran dan keadilan itu miliknya raja/penguasa dan semboyan "tujuan menghalalkan cara" adalah prinsipnya, jadi tidak soal apakah harus membunuh, merampok, menipu, dan tindakan-tindakan biadab lainnya asalkan kepentingan penguasa/raja dapat tercapai. Apa yang terjadi di dunia sekarang ini adalah seperti yang diungkapkan Thomas Hobbes, "bellum omnium contra omnes" yang artinya "perang dari semua melawan semua". Peradaban umat manusia menjadi apa yang dikatakan oleh Yamaji yang disebut dengan "non-sustainable civilization" (peradaban yang tidak berkelanjutan). Dan jika kondisi objektif di dunia sekarang ini menyatakan demikian maka yang harus dilakukan adalah berusaha hingga akhir hayat untuk mengubah tatanan dunia yang sudah kacau-balau ini !!!!

05 March 2009

INDONESIA (2)

Isu SARA terutama isu agama merupakan isu sentral dalam sejarah bangsa Indonesia, kata Soekarno setiap ideologi ada peruncingan, ideologi A (agama) pernah terjadi peruncingan yaitu terjadinya pemberontakan DI/TII, gerakan Kahar Muzakar dan peristiwa Ambon dan Poso. Adalah sangat menarik bila kita analisa kejadian-kejadian tersebut dengan menggunakan kacamata Karl Marx yang mana ia mengatakan bahwa "religion is opium" agama adalah candu, apa maksudnya? Apakah Karl Marx dan para pengikut aliran marxisme/komunisme itu anti Tuhan (atheis)? Soekarno yang mengakui dirinya secara terang-terangan sebagai penganut marxisme mengatakan tidak ada kitab marxis yang mengatakan anti Tuhan, yang tidak mengakui keberadaan Tuhan. Dan dapat kita lihat kondisi objektif bahwa di Uni Soviet/Rusia terdapat bangunan-bangunan tempat ibadah seperti katedral , di Cina banyak terdapat wihara, kuil, masjid, begitupun juga di negara-negara penganut komunisme/marxisme lainnya seperti Kuba, Korea Utara kegiatan ritual keagamaan berjalan lancar tanpa ada gangguan dari pihak manapun, hal ini menunjukkan bahwa keberagamaan diakui di negara-negara ini. Dus, apa sebenarnya maksud pernyataan Karl Marx tersebut ? Pernyataan tersebut dapat di analisis, sebagai perumpamaan ketika seseorang menjadi pecandu narkoba dimana kehidupannya akan tergantung terus kepada obat-obatan ini. Maka ketika tubuh pecandu ini mengonsumsi narkoba ini maka yang dirasakan adalah kenikmatan, perasaaan senang, dan berbagai macam perasaan lainnya yang bersifat semu. lalu apa yang terjadi ketika ia berhenti mengonsumsinya? karena tingkat ketergantungan yang diakibatkannya begitu tinggi maka ketika pecandu tersebut berhenti mengonsumsi maka ia akan mengalami depresi, gelisah, atau bahasa kerennya mengalami sakau, dan sebagainya. Penggambaran ini dapat kita pakai untuk mejelaskan pernyataan karl Marx tentang agama, yaitu jikalau seseorang merasa tersinggung, merasa terusik keberagamaannya maka yang terjadi adalah seperti pecandu narkoba yang sedang sakau. Apa yang terjadi di Ambon dan Poso dan konflik-konflik antar agama maupun intra agama merupakan suatu contoh ketika orang sedang sakau dalam beragama!!! konflik-konflik yang diakibatkan oleh tidak adanya lagi acuan, barometer yang menata kehidupan beragama. Rusaknya agama ketika unsur subyektifitas manusia ikut andil di dalamnya, dan jika sudah begitu ajaran Tuhan tidak lagi bernilai ilmiah, unsur subyektifitas manusia akan menggiring ajaran tersebut menjadi maunya si pembuat, menurut logikanya si pembuat. Adanya berbagai macam aliran agama, macam-macam tafsir yang diajukan oleh berbagai juru tafsir yang bukan menjadi satu-kesatuan melainkan menjadi saling berlawanan dan saling menjatuhkan bahkan sampai saling memurtadkan antara satu dengan lainnya merupakan fakta riil yang ada di depan kita. Namun yang pasti dari sekian banyak aliran-aliran tersebut yang pasti, hanya satu yang benar, karena hakikat kebenaran itu adalah satu, kebenaran itu tunggal yang satu inilah merupakan penegak ajaran Tuhan yang sesungguhnya dan sisanya adalah golongan perusak kehidupan !!!