18 April 2009

STRATEGI PERIKLANAN

Periklanan (sering dikaitkan dengan “pembelanjaan above the line”) yang menggunakan media terukur semacam televisi, bioskop, radio, media cetak, dan elektronik (misalnya, iklan banner pada situs web). Biasanya diasumsikan bahwa periklanan disebarkan secara agresif dan semua perubahan yang seiring waktu merupakan isi yang kreatif. Akan tetapi, peran periklanan biasanya berubah selama siklus hidup suatu produk. Misalnya proses persuasi (kesadaran, minat, menyikapi sikap keputusan untuk bertindak) secara normal tidak akan muncul sampai adanya tingkat kesadaran terhadap produk atau layanan itu di pasar. Dengan demikian, menciptakan kesadaran merupakan salah satu tujuan awal yang paling penting dalam perusahaan umum terbatas (public limited company)

Jika penawaran telah benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dirasakan mengungguli penawaran pesaing, melalui pemanfaatan sarana secara cerdas semacam penamaan merk, penetapan harga atau pendistribusian yang membuat pelanggan merasa nyaman, pelanggan terbujuk untuk membeli. Perlu di ingat, bahwa untuk hasil yang optimal, usaha periklanan dapat diarahkan bukan hanya kepada pelanggan tetapi juga kepada semua yang mempengaruhi keberhasilan komersial, termasuk saluran, pemegang saham, media, karyawan, pemasok, dan pemerintah.

Langkah pertama dalam menyiapkan rencana periklanan adalah dengan memutuskan sasaran yang layak, dan dapat dicapai dalam beriklan. Batu uji untuk mengkonfirmasikan apakah sebuah sasaran cocok sebagai sasaran periklanan adalah dengan bertanya: “apakah mungkin mencapai sasaran ini hanya dengan periklanan?” jika jawabnya tidak, berarti itu bukan sasaran untuk periklanan.

Kesalahan konsepsi yang biasa terjadi adalah bahwa sasaran periklanan harus ditetapkan dalam bentuk peningkatan penjualan. Oleh karena periklanan merupakan salah satu kelompok penentu tingkat penjualan (yang juga mencakup mutu produk, harga, dan layanan pelanggan, misalnya ), peningkatan penjualan tidak dapat menjadi sasaran periklanan yang langsung. Hal yang juga penting adalah perbedaan yang jelas antara sasaran pemasaran dan sasaran periklanan. Sasaran pemasaran berkaitan dengan jenis produk yang ditujukan ke suatu pasar tertentu, sedangkan sasaran periklanan merupakan target terukur yang pada prinsipnya berkaitan dengan mengubah sikap dan menciptakan kesadaran.

Ada dua pertanyaan dasar yang harus diajukan dalam sasaran periklanan: “Siapakah orang-orang yang ingin kita pengaruhi ?” dan “Manfaat atau informasi khusus apakah yang akan kita komunikasikan kepada mereka?” Banyak perusahaan menggunakan agensi luar untuk mendesain iklan mereka. Akan tetapi, andalah yang selalu harus memutuskan ketetapan sasaran periklanan, bukan agen periklanan.
Sasaran periklanan tersebut, contohnya:
• Untuk membawa informasi ;
• Untuk mengubah persepsi;
• Untuk mengubah sikap;
• Untuk menciptakan keinginan;
• Untuk membangun koneksi (misalnya, asosiasi pedagang daging dan telur);
• Untuk mengarahkan tindakan ;
• Untuk memberikan rasa tenteram;
• Untuk mengingatkan;
• Untuk memberi alasan membeli;
• Untuk mempertunjukkan;
• Untuk membangkitkan permintaan.

No comments:

Post a Comment