Masukkan Code ini K1-196Y68-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia Add to Technorati Favorites Adsense Indonesia

16 February 2009

MUSIK: ANTARA IDEALISME DAN KOMERSIALISASI

Bila melihat judul diatas tampaknya dua ide ini (idealisme-sisi komersil) dalam bermusik adalah dua wajah yang sulit untuk disatukan, bila dilihat dari sudut pandang filsafat Hegelian; tesis-antitesis-sintesis, keduanya memiliki sisi yang berlawanan dan tidak dapat menjadi suatu sintesa. Dalam hal bermusik dengan tujuan komersil maka lagu/musik yang diciptakan akan mengikuti hukum pasar yaitu memenuhi demand pasar akan jenis musik yang sedang digandrungi, bisa diambil contoh adalah musik-musik yang sedang in di Indonesia sekarang ini, yang mana jenis musik/genre Pop menjadi jenis musik yang paling banyak digemari saat sekarang ini. Hal ini dapat disaksikan melalui tayangan-tayangan di televisi dan radio maka, berlomba-lombalah para musisi, solois maupun grup band mencipta lagu dengan nuansa Pop (Popular) dan dengan liriknya yang khas yaitu mengangkat tema-tema tentang cinta/percintaan, meskipun tema ini tidak melulu menjadi dominasi musik Pop melainkan jenis musik lainpun juga mengangkat tema-tema seperti ini. Dalam musik Pop yang paling dibutuhkan adalah bagaimana suatu musik/lagu itu menjadi "easy listening" dengan lirik-lirik yang mudah dicerna/dipahami oleh pendengarnya dan dengan komposisi musik yang tidak kompleks dan ribet seperti musik Rock atau Orkestra. Ukuran keberhasilan musik untuk tujuan komersil adalah tidak beda dengan tujuan perusahaan dalam lingkungan bisnis yaitu profit motive bagaimana lagu tersebut dapat menghasilkan pendapatan/keuntungan yang sebesar-besarnya. Kemudian dari perspektif musik untuk tujuan menyampaikan idealisme sang musisi, maka kesan yang paling kuat dari lagu yang dibuat adalah bagaimana substansi dari lagu tersebut dapat sampai ke telinga pendengarnya dengan harapan si pendengar dapat menilai/mengkritisi terhadap pesan/lirik yang disampaikan oleh sang musisi sehingga tergugah kesadarannya untuk mengambil sikap terhadap lingkungan sosialnya. Ketika seseorang tergugah idealisme/kesadarannya dengan melihat realita kehidupan dan menuangkannya dalam sebuah lagu maka orang tersebut sedang menyuarakan ketidakberesan, sesuatu yang harus dibenahi, suara-suara keluh-kesah masyarakat, sesuatu yang seharusnya dilakukan dalam hidup ini. Di kalangan musisi Indonesia sendiri terdapat musisi-musisi yang dikenal karena sifat lagu yang dibawakannya yang mengandung pesan-pesan idealis dan kritik sosial sebutlah Iwan Fals, Franky Sahilatua, Sawung Jabo, Setiawan Djody, ataupun grup musik Kantata dan untuk musisi luar negeri terdapat nama Bob Dylan. Meskipun begitu musik idealis ini akan susah laku di pasaran hal ini berbanding terbalik dengan jenis musik komersil yang laris-manis di pasaran. Maka hal yang paling baik dilakukan adalah bagaimana mengkombinasikannya (bundling) dalam suatu album yang mana disitu akan terpenuhi kepentingan dari sang musisi maupun kepentingan dari sisi penikmat musik, yang mana musisi tidak sekedar mengejar sisi komersialnya saja tetapi juga membangun sisi idealismenya dalam bermusik, dan bagi pendengarnya sendiri bisa memilih dan memilah jenis lagu yang dingininya. So, komersialisasi musik perlu, but don't forget your idealism!!.

1 comment:

  1. son klo yang cak ini utk deINDIES aku be ye hahahaha

    ReplyDelete